REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Tim Persib Bandung diguyur hadiah Rp 1 miliar usai menjuarai Super League 2025/2026 dan berhasil mencatatkan kemenangan tiga kali beruntun (hattrick). Hadiah itu diberikan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Namun, pemberian hadiah dari gubernur tersebut mendapat banyak pertanyaan maupun kritikan dari para netizen di media sosial. Hal itu terutama menyangkut sumber dana bonus yang diberikan kepada tim Maung Bandung.
Menanggapi kritik dan pertanyaan itu, Dedi menegaskan bahwa dana bonus Rp 1 miliar yang diberikan kepada Persib Bandung berasal dari tabungan pribadinya. Uang tersebut sebagian besar diperoleh dari hasil penjualan sapinya.
"Saya jelaskan ya, dana yang diberikan satu miliar untuk Persib diambil dari rekening tabungan saya. Tabungan saya itu diisi di antaranya dari hasil penjualan sapi," kata gubernur yang akrab disapa KDM itu, melalui keterangan yang disampaikan di media sosialnya, Senin (8/6/2026).
KDM mengaku banyak warganet yang mempertanyakan siapa saja pihak yang membeli sapi miliknya. Menjawab hal tersebut, ia secara terbuka menyebut sejumlah nama pembeli yang telah bertransaksi dengannya.
Menurutnya, jumlah pembeli sapi tersebut cukup banyak. Mulai dari masyarakat yang membeli satu ekor hingga beberapa ekor sekaligus.
"Ada yang beli satu, ada yang beli dua, ada yang beli tiga, bahkan ada yang beli empat ekor. Kalau saya sebutkan semuanya akan sangat panjang karena pembelinya banyak," ujarnya.
Tak hanya itu, KDM juga memastikan seluruh transaksi penjualan sapi terdokumentasi dengan baik. Ia mengaku telah menyiapkan berbagai bukti pendukung, mulai dari tanda terima pembayaran, data pengiriman, lokasi tujuan pengiriman hingga dokumentasi penerima sapi.
"Nanti kalau suatu saat diperlukan, data-datanya sudah saya siapkan. Bukti pengiriman sapinya ada, foto pengiriman ada, foto penerimanya juga lengkap," jelasnya.
KDM menilai, transparansi perlu dilakukan agar tidak muncul spekulasi di tengah masyarakat. Ia juga mengaku tidak mempermasalahkan kritik maupun pertanyaan yang datang dari publik.
Sebaliknya, KDM menganggap kritik sebagai bentuk pengawasan yang dapat membuat dirinya lebih berhati-hati dalam menjalankan tugas sebagai kepala daerah.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada siapa pun yang mengkritik dan mengingatkan saya. Saya senang banyak yang mengingatkan, banyak yang mengkritik, dan banyak yang mencari kesalahan. Dengan cara itu saya akan terus mawas diri dan berhati-hati dalam mengambil setiap tindakan," ucapnya.
KDM menegaskan bahwa seluruh proses dan sumber dana yang digunakannya dapat dipertanggungjawabkan. Ia pun berharap penjelasan tersebut dapat menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat mengenai bonus yang diberikan kepada Persib.

2 hours ago
3















































