Pemukim Yahudi menyerbu Masjid al-Aqsa pada hari pertama dibuka, Kamis (9/4/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Puluhan pemukim Israel, Kamis (16/4/2026), didampingi polisi, menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa di kota tua Yerusalem Timur.
Lokasi tersebut kembali dibuka untuk jamaah Muslim pekan lalu setelah ditutup selama 40 hari akibat perang Iran. Warga Palestina telah kembali melaksanakan sholat di kompleks itu.
Sementara otoritas Israel juga mengizinkan para pemukim untuk masuk, tindakan yang telah lama dikecam oleh warga Palestina serta negara-negara Muslim dan Arab.
Kantor Berita Wafa, yang mengutip otoritas Yerusalem, melaporkan puluhan pemukim mendekati Kubah Batu (Dome of the Rock). Mereka melakukan ritual Talmud yang provokatif.
Masjid Al Aqsa, situs tersuci ketiga dalam Islam, telah menjadi lokasi konflik yang sering terjadi, termasuk penggerebekan oleh pemukim Israel dan pembatasan terhadap jamaah Muslim. Ini terjadi sejak Yerusalem Timur diduduki pada Juni 1967.
Masjid tersebut dikelola oleh Kementerian Wakaf Yordania, yang memiliki kewenangan hukum untuk mengatur kompleks tersebut dan mengendalikan akses.
Itamar Ben-Gvir, menteri keamanan nasional Israel yang berhaluan sayap kanan, mengunjungi lokasi tersebut pada Ahad pekan lalu. Dia menyerukan akses yang lebih luas bagi jamaah Yahudi. Sejak menjabat pada 2023, ia telah memasuki lokasi tersebut setidaknya 15 kali, memicu kemarahan dan kecaman.
Sumber:

5 hours ago
5

















































