Diah Pitaloka: Perempuan Mampu Memimpin di Situasi Krisis

5 hours ago 5

Vanita Naraya gaungkan perempuan mampu memimpin dalam situasi krisis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Ketua Yayasan Vanita Naraya, Diah Pitaloka, mengajak masyarakat untuk membangun paradigma baru bahwa perempuan mampu memimpin dalam situasi krisis, konflik, dan bencana. Ajakan ini disampaikan dalam acara penyampaian laporan riset dan diskusi mengenai agenda Women, Peace, And Security (WPS) di Indonesia, di Jakarta, Rabu.

Menurut Diah, masih terdapat ketidaksetaraan dalam pandangan publik terhadap kepemimpinan perempuan. "Ketika laki-laki memimpin di tengah krisis, mereka disebut good commander atau good leader, sedangkan perempuan lebih sering dianggap bertindak karena kasih sayang. Padahal, peran perempuan di tengah konflik itu nyata dan harus diakui," jelasnya.

Diah menekankan pentingnya pengakuan terhadap kepemimpinan perempuan di berbagai situasi krisis. Ia menambahkan bahwa perempuan tidak hanya membutuhkan ruang kerja, tetapi juga akses dalam pengambilan keputusan.

Transformasi Kebijakan Diperlukan

Peneliti dari Vanita Naraya, Kunto Adi Wibowo, menyoroti hasil survei nasional yang menunjukkan perlunya transformasi kebijakan untuk memberikan akses politik nyata bagi perempuan dalam struktur pengambilan keputusan keamanan nasional. "Tantangan ke depan adalah mengubah pelibatan kultural menjadi transformasi kebijakan yang setara," ujar Kunto.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|