REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di tengah sorotan terhadap sejumlah kasus kekerasan di lingkungan pendidikan Islam, Kementerian Agama (Kemenag) RI mengungkapkan fakta menarik. Ternyata, masih banyak pesantren di Indonesia yang sejatinya telah menerapkan praktik terbaik (best practice) pola asuh ramah anak dan pendidikan tanpa kekerasan.
Direktur Pesantren Kemenag RI Basnang Said mengatakan, dunia pesantren memiliki khazanah nilai yang kaya dalam membangun adab dan akhlak generasi bangsa. Tantangannya saat ini adalah menyesuaikan nilai-nilai tersebut dengan prinsip perlindungan anak modern.
“Pesantren memiliki khazanah turats yang sangat kaya dalam membangun adab dan akhlak. Tantangannya hari ini adalah bagaimana nilai-nilai tersebut terus dapat diimplementasikan dengan pendekatan yang selaras dengan prinsip perlindungan anak, sehingga melahirkan ekosistem pendidikan yang berkeadaban tanpa kekerasan,” ujar Basnang pada Kamis (7/6/2026).
Saat memimpin rapat penyelesaian kasus kekerasan di Pati belum lama ini, Basnang menjelaskan bahwa praktik-praktik baik yang berkembang di berbagai pesantren perlu terus dijaga dan dikembangkan agar pesantren tetap menjadi ruang paling aman bagi pembentukan karakter santri.
“Praktik baik yang berkembang di ribuan pesantren harus terus dijaga dan dikontekstualisasikan dengan tantangan masa kini agar pesantren terus menjadi ruang tumbuh yang paling aman bagi pembentukan karakter santri,” ucapnya.
Kemenag mencatat, sejumlah pesantren di berbagai daerah telah mengembangkan pola pengasuhan berbasis empati, pendampingan, hingga disiplin positif.
Di Pondok Pesantren Lirboyo misalnya, pembentukan adab dilakukan melalui pendekatan relasional yang kuat antara kiai dan santri. Sementara Pondok Pesantren Tebuireng mengintegrasikan pendidikan formal dengan perlindungan anak melalui layanan konseling.
Adapun Pondok Pesantren Darunnajah dan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan menerapkan komunikasi persuasif dan pendampingan intensif dalam pembinaan karakter santri.
Di Jawa Barat, Peacesantren Welas Asih dan Pondok Pesantren Nurul Huda Cibojong mengembangkan pendidikan perdamaian berbasis welas asih dengan penekanan pada empati dan penyelesaian konflik tanpa kekerasan.
Sementara di kawasan timur Indonesia, Pesantren As'adiyah mengedepankan pembinaan spiritual melalui keteladanan dan kedekatan emosional antara kiai dengan santri. Sedangkan Pondok Pesantren Anwarul Quran menerapkan pendekatan tahfidz berbasis psikologi anak serta pendisiplinan positif.

5 hours ago
5















































