Sejumlah warga dan pelajar menaiki rakit penyeberangan di Sungai Batang Anai, Nagari Anduriang, Kayu Tanam, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Kamis (7/5/2026). Pascabencana November 2025 yang memutus jembatan, warga dan pelajar masih menggunakan rakit dari kayu dan drum bekas untuk menyeberang sungai, meski mereka kesulitan saat debit air meningkat. (FOTO : ANTARA FOTO/Fitra Yogi)
Sejumlah warga dan pelajar bersiap turun dari rakit penyeberangan di Sungai Batang Anai, Nagari Anduriang, Kayu Tanam, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Kamis (7/5/2026). Pascabencana November 2025 yang memutus jembatan, warga dan pelajar masih menggunakan rakit dari kayu dan drum bekas untuk menyeberang sungai, meski mereka kesulitan saat debit air meningkat. (FOTO : ANTARA FOTO/Fitra Yogi)
Sejumlah warga dan pelajar menaiki rakit penyeberangan di Sungai Batang Anai, Nagari Anduriang, Kayu Tanam, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Kamis (7/5/2026). Pascabencana November 2025 yang memutus jembatan, warga dan pelajar masih menggunakan rakit dari kayu dan drum bekas untuk menyeberang sungai, meski mereka kesulitan saat debit air meningkat. (FOTO : ANTARA FOTO/Fitra Yogi)
REPUBLIKA.CO.ID, PADANG PARIAMAN -- Sejumlah warga dan pelajar menaiki rakit penyeberangan di Sungai Batang Anai, Nagari Anduriang, Kayu Tanam, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Kamis (7/5/2026).
Pascabencana November 2025 yang memutus jembatan, warga dan pelajar masih menggunakan rakit dari kayu dan drum bekas untuk menyeberang sungai, meski mereka kesulitan saat debit air meningkat.
sumber : Antara Foto

1 hour ago
1















































