Dalam Tubuh yang Sehat Terdapat Jiwa yang Kuat: Pilar Kehidupan Santri Gontor

7 hours ago 5

Image umar arsyad

Olahraga | 2026-06-19 16:48:49

Suasana Lari pagi Santri Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 2. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Pondok Modern Darussalam Gontor tidak hanya mengupayakan para santrinya untuk berbudi tinggi, melainkan juga berbadan sehat.

Pepatah sederhana yang mungkin sudah sering terdengar di kalangan santri Pondok Modern Darussalam Gontor, yaitu: “Men sana in corpore sano.” Yang berarti: “Di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat.”

Pepatah tersebut dicetuskan oleh Decimus Lunius Luvenalis, atau yang akrab dipanggil dengan Juvenal, seorang penyair Romawi Kuno pada abad ke-2 Masehi.

Prinsip Men Sana in Corpore Sano bukanlah slogan semata bagi Pondok Modern Darussalam Gontor, melainkan nafas yang dihidupkan dalam aktivitas keseharian. Nilai ini berwujud nyata dalam tradisi lari pagi setiap hari Selasa dan Jumat, sebuah momen ketika kebugaran fisik dirajut bersama kedisiplinan santri.

Lari pagi merupakan kegiatan wajib mingguan para santri yang memiliki tujuan penting, diantaranya:

Menjaga Kebugaran Fisik Para Santri

Jadwal harian santri Gontor sangatlah padat, dimulai dari sebelum subuh (membaca Al-Qur’an) hingga menjelang tidur malam. Lari pagi menjadi sarana utama untuk membangun daya tahan tubuh (stamina) agar santri tidak mudah tumbang dan tetap kuat dalam menyerap setiap pelajaran di kelas.

Melalui rutinitas lari pagi ini, para santri diharapkan mampu membangun kebugaran fisik yang cukup. Tubuh yang bugar dan stamina yang terjaga inilah yang nantinya menjadi modal utama bagi mereka untuk menjalani seluruh aktivitas pondok dengan penuh semangat.

Menjaga Kesehatan Mental

Di tengah rentetan hafalan Al-Qur'an, pelajaran yang menumpuk, dan disiplin yang cukup ketat, lari pagi berfungsi sebagai media penyegar pikiran. Udara pagi dan aktivitas fisik ini membantu melepaskan penat, sehingga sirkulasi mental santri kembali segar dan siap menghadapi tantangan baru dengan hati yang gembira.

Jadi, lari pagi bukan hanya kegiatan rutinitas para santri Pondok Modern Darussalam Gontor yang berjalan tanpa makna. Melainkan dapat menjaga kesehatan fisik sekaligus kesehatan mental para santri.

Menanamkan Kedisiplinan Dalam Kebersamaan

Lari pagi di Gontor bukanlah aktivitas individual, melainkan aktivitas bersama dalam satu komando (Bagian olahraga). Di sinilah ego diredam dan rasa kebersamaan (ukhuwah) antarsantri dipupuk, sekaligus melatih kedisiplinan waktu yang menjadi salah satu pilar utama pendidikan pesantren.

Kegiatan lari pagi setiap Selasa dan Jumat juga menjadi ladang latihan disiplin para santri. Bukan cuma sekadar lari, jalannya kegiatan ini dikontrol ketat lewat rute yang teratur, penjagaan dari Bagian Olahraga (Bagor), sampai absen wajib setelah selesai lari pagi. Lewat peraturan seperti inilah, nilai kedisiplinan khas Gontor benar-benar tertanam dan dipraktikkan langsung di lapangan.

Pada akhirnya, lari pagi setiap Selasa dan Jumat di Gontor bukan sekadar aktivitas pencari keringat atau formalitas belaka. Kegiatan ini adalah bukti nyata bagaimana pondok Modern Darussalam Gontor benar-benar menghidupkan prinsip Men Sana in Corpore Sano.

Melalui tradisi sederhana namun konsisten ini, Pondok Modern Darussalam Gontor berhasil membuktikan bahwa santri masa kini harus memiliki kebugaran fisik. Dengan tubuh yang bugar dan jiwa yang sehat, para santri akan selalu siap menghadapi padatnya aktivitas pondok sehari-hari.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|