Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Yulius Bhayangkara buka-bukaan soal potensi produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI).
Ia mengatakan, sampai sejauh ini produk tersebut masih banyak diminati. Hal tersebut bisa dilihat dari jumlah permintaan di masyarakat.
"Permintaan masih ada. Masih banyak yang mau. Sebenarnya PAYDI ada sektiar 8 jua polisnya. Yang bermasalah pasti ada. Namun sebenarnya produk ini cukup baik dan memang ada persepsi yang harus diubah. itu tugas kita juga," ujar Yulius dalam Insurance Forum, Kamis, (26/2/2026).
Seperti diketahui, sebelumnya banyak masyarakat tidak puas akan produk yang dulunya bernama Unitlink tersebut. Hal ini lantaran nilai investasi dari produk tersebut mengalami penurunan. Sehingga mengakibatkan uang premi nasabah terus berkurang.
Melihat hal itu, Yuliuspun mengimbau agar anggotanya ke depan bisa lebih transparan. Karena menurutnya ketika seseorang membeli polis asuransi tujuannya untuk jangka panjang.
Sehingga perlu edukasi yang lebih baik, agar masyarakat memahami bahwa produk ini ada fitur investasi yang tidak pasti.
"Karena ketika orang membeli polis asuransi, akan digunakan di masa depan. Kan tidak sekarang. pembuktian di masa depan. Kemudian edukasi soal fitur invest. Investasikan ngga pasti. Ada risiko, hal seperti ini kan perlu dipahami. Terakhir fleksibilitas fitur. Kita sudah amati hal ini, mudah-mudahan kita bisa perbaiki," ungkapnya.
(dpu/dpu)
Addsource on Google


















































