China Kecam AS Jual Peralatan Militer ke Taiwan Senilai Rp 186 Triliun

1 month ago 26

Lapangan Tiananmen, Beijing yang menjadi ikon perjuangan rakyat China.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pasokan senjata Amerika Serikat (AS) ke Taiwan akan mendorong kawasan semakin dekat ke konflik bersenjata. Demikian peringatan Kedutaan Besar China di Washington, menyusul persetujuan penjualan persenjataan bernilai miliaran dolar kepada pulau tersebut.

"Langkah semacam ini tidak akan membalikkan kegagalan yang tak terelakkan dari agenda ‘kemerdekaan Taiwan’, dan justru akan mendorong Selat Taiwan ke arah bahaya konflik militer dengan lebih cepat," kata Juru Bicara Kedubes China di Washington Liu Pengyu kepada RIA Novosti.

Pernyataan itu disampaikan sebagai tanggapan atas pengumuman Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan Pentagon (Defense Security Cooperation Agency/DSCA). Lembaga tersebut menyetujui penjualan senjata, peralatan, dan layanan militer kepada Taiwan senilai 11,1 miliar dolar AS atau sekitar Rp 186 triliun.

Menurut DSCA, paket persenjataan tersebut mencakup sistem rudal antitank Javelin, wahana udara nirawak Altius-700M dan Altius-600, suku cadang helikopter AH-1W SuperCobra, dan sistem peluncur roket ganda Himars. Kemudian, artileri swa-gerak M107A7 serta sistem rudal anti-tank TOW.

"Bagi Amerika Serikat, membantu agenda 'kemerdekaan' Taiwan melalui pasokan senjata hanya akan berbalik merugikan dirinya sendiri," ujar Liu, seraya menegaskan kembali posisi Beijing.

China berulang kali menyerukan agar Washington menghentikan penjualan senjata ke Taiwan dan tidak menciptakan ketegangan baru di Selat Taiwan. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China menilai interaksi militer antara AS dan Taiwan merupakan ancaman.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|