Cerita dari Glodok: Tentang Lautan Merah dan Asa di Tahun Kuda Api

3 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jakarta seolah tak pernah tidur, namun menjelang Tahun Baru China 2026, detak jantung kota ini terasa lebih kencang di kawasan Jakarta Barat. Pecinan Glodok, yang telah lama menjadi saksi bisu sejarah panjang etnis China di Indonesia, kini bersolek.

Lautan warna merah lampion memenuhi setiap sudut jalan, menandakan bahwa Tahun Kuda Api segera tiba. Bagi masyarakat keturunan China, Glodok bukan sekadar pasar. Ia adalah simbol tradisi.

Menjelang Imlek, kawasan ini menjadi magnet utama bagi mereka yang ingin melengkapi kebutuhan ritual di rumah. Mulai dari makanan khas seperti kue keranjang, manisan segi delapan, hingga persiapan jamuan makan malam keluarga yang sakral.

Di balik kerumunan pembeli yang memadati lorong-lorong sempit, terlihat senyum semringah para pedagang musiman. Rahman, misalnya. Dia mengaku mampu mengantongi hingga ratusan ribu per hari dari berjualan lampion, hiasan meja seperti kucing, angpao dan tempelan dinding berupa gambar shio yakni kuda. Satu buah angpao dengan isi enam buah dijual seharga Rp10 ribu hingga Rp45 ribu tergantung desain dan bahan angpao. Sementara lampion tanpa baterai atau terbuat dari kertas dijual Rp20 ribu hingga Rp35 ribu tergantung bahan dan ukuran.

Kemudian hiasan seperti kucing mini dengan tangan yang bisa melambai-lambai dijual dengan harga Rp45 ribu. Lampion gantung ukuran sedang dengan lampu lengkap baterai dijual seharga Rp50ribu serta lampion akrilik dengan kabel panjang yang bisa dililitkan dibanderol dengan harga beragam mulai dari Rp150 ribu hingga Rp250 ribu.

Sementara itu, pedagang lain yakni S, mengungkapkan melalui pasar non permanen yang mulai dibuka pada awal Januari dan berakhir pada 16 Februari ini turut membantu perekonomian keluarga. Ia mengatakan setidaknya menjelang imlek ini ia mampu mengantongi setidaknya hampir satu juta per harinya.

"Iya, hampir (sejuta)," kata dia.

Dia menjual beragam hiasan ala Imlek yang menawan seperti angpao, lampion, hingga hiasan pintu. Untuk angpao dengan tulisan Mandarin warna merah dan emas (bentuk biasa) dijual dengan harga mulai dari Rp15 ribu satu kemasan isi enam, sementara untuk edisi khusus shio kuda ia membanderolnya dengan harga yang lebih mahal yakni satuan seharga Rp10 ribu.

Serta hiasan pintu dengan gantungan tali warna merah seharga mulai dari Rp15 ribu untuk desain biasa hingga desain dengan tambahan aksesoris berbahan keramik seharga Rp65 ribu.

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|