Cara Warga Cokrodiningratan Ubah Sampah Jadi Nilai Ekonomi

3 hours ago 1

Cara Warga Cokrodiningratan Ubah Sampah Jadi Nilai Ekonomi Lurah Cokrodiningratan, Andityo Bagus Baskoro, mempresentasikan inovasi Kelurahan Cokrodiningratan dalam Lomba Kelurahan Tingkat Kota Jogja 2026, di Balaikota Jogja, Rabu (1/4/2026). - ist Cokrodiningratan

Harianjogja.com, JOGJA—Upaya penanganan sampah di Kelurahan Cokrodiningratan menjadi sorotan dalam Lomba Kelurahan Tingkat Kota Jogja 2026. Dua inovasi berbasis masyarakat, yakni Silabas dan Permak Jas Kamal, ditonjolkan sebagai solusi konkret yang tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga memberi nilai ekonomi bagi warga.

Lurah Cokrodiningratan, Andityo Bagus Baskoro, menjelaskan persoalan sampah menjadi isu utama yang diangkat selain stunting, kemiskinan, dan pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, berbagai inovasi lahir dari kebutuhan untuk menjawab persoalan tersebut secara langsung di tingkat kampung.

Program Silabas atau Sistem Layanan Bank Sampah menjadi salah satu terobosan berbasis digital. Melalui sistem ini, pengelolaan bank sampah dilakukan lebih modern dengan pencatatan data nasabah yang terintegrasi. “Digitalisasi bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman serta efisiensi pengelolaan data nasabah bank sampah,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Dengan Silabas, masyarakat didorong melihat sampah bukan sekadar limbah, tetapi memiliki nilai ekonomi. Sistem ini juga membuat layanan bank sampah menjadi lebih transparan, terukur, dan berbasis data yang akurat.

Sementara itu, inovasi Permak Jas Kamal atau Jaga Sampah Kampung Maggot Lestari berfokus pada pengolahan sampah organik. Program ini memanfaatkan budi daya maggot untuk mengurai limbah rumah tangga, bekerja sama dengan Mitra Dayoku.

Kemampuan maggot dalam mengurai sampah organik dinilai efektif karena dapat menghabiskan sisa sayuran hingga sampah matang tanpa meninggalkan residu yang mencemari lingkungan. Pendekatan ini dinilai menjadi solusi praktis bagi persoalan sampah organik di tingkat permukiman.

Melalui dua program tersebut, pengelolaan sampah organik dan anorganik diharapkan berjalan beriringan. Selain mengurangi beban pengelolaan di tingkat kota, langkah ini juga sejalan dengan program Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos) yang dicanangkan Pemerintah Kota Jogja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|