Burung Indonesia Rilis Data IBA Papua: 14 Spesies Terancam Punah

8 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berdasarkan kajian terbaru, Papua menjadi rumah bagi 641 spesies burung. Sebanyak 252 spesies di antaranya merupakan endemis pulau Papua dan 75 spesies lainnya adalah endemis Indonesia.

Sayangnya, kekayaan ini menghadapi ancaman nyata dari perburuan yang tidak berkelanjutan, perubahan iklim, serta modifikasi lanskap yang mengakibatkan 14 spesies burung kini terancam punah secara global. Temuan ini merupakan hasil identifikasi Important Bird and Biodiversity Areas (IBAs) di wilayah Papua yang dirilis Burung Indonesia dan berbagai mitra strategis.

Dalam pernyatannya, Jumat (6/3/2026) Burung Indonesia mengatakan identifikasi IBA di Papua ini berhasil memetakan 59 lokasi penting dengan luas total mencapai 10.545.269 hektare, atau mencakup 25,58 persen dari luas total wilayah Papua.

Angka ini menjadikan Papua sebagai wilayah dengan jumlah dan luas IBA terbesar di Indonesia, melampaui wilayah-wilayah lainnya. Di antara puluhan lokasi tersebut, terdapat lima wilayah yang menjadi prioritas utama untuk dieksplorasi lebih lanjut karena signifikansi ekologisnya, yaitu Pulau Waigeo, Pulau Misool, Pulau Biak, Pegunungan Cycloop, dan Wandamen-Wondiboy.

Burung Indonesia mengatakan identifikasi IBA menggunakan empat kriteria sains yang konsisten di seluruh dunia. Kriteria pertama fokus pada daerah yang memiliki populasi burung yang terancam punah secara global. Kriteria kedua digunakan untuk mengidentifikasi lokasi yang memiliki populasi burung dengan sebaran terbatas di bawah 50.000 kilometer.

Selanjutnya, kriteria ketiga menekankan pada daerah yang menjadi habitat bagi populasi signifikan dari burung yang hanya hidup di bioma tertentu saja. Terakhir, kriteria keempat diberikan bagi lokasi yang menampung setidaknya 1 persen dari total populasi global untuk jenis burung yang hidup dalam koloni atau kelompok besar.

Sebuah lokasi IBA dapat memenuhi salah satu atau kombinasi dari keempat kriteria tersebut. Konsep IBA pertama kali diperkenalkan secara global pada tahun 1989 oleh International Council for Bird Preservation (ICBP) yang kini menjadi BirdLife International.

Di Indonesia, upaya pencarian daerah prioritas ini dimulai pada tahun 1993 yang diawali dari wilayah Jawa dan Bali.

Secara bertahap, identifikasi bergerak ke wilayah Sumatra, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan akhirnya mencapai puncaknya di Papua pada awal tahun 2026. Hingga saat ini, total terdapat 228 IBA yang telah teridentifikasi di luar Papua dengan luas mencapai lebih dari 19 juta hektare.

Burung Indonesia mengatakan kehadiran data IBA Papua melengkapi teka-teki besar pelestarian alam di Indonesia, memastikan bahwa sumber daya yang terbatas dapat dialokasikan secara tepat sasaran ke wilayah-wilayah yang memiliki nilai konservasi tertinggi demi masa depan keanekaragaman hayati Nusantara.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|