Boom! 4 Rudal Balistik Iran Serang Kapal Induk AS USS Abraham Lincoln

5 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Militer Iran, Garda Revolusi (IRGC) menyerang kapal induk Amerika Serikat (AS) USS Abraham Lincoln di Teluk, Minggu. Ini setelah serangan AS dan Israel menewaskan pemimpin tertinggi negara itu, Sabtu waktu setempat.

"Kapal induk AS Abraham Lincoln dihantam oleh empat rudal balistik," kata Garda Revolusi dalam sebuah pernyataan yang dimuat oleh media lokal, dikutip AFP, Senin (2/3/2026).

"Daratan dan laut akan semakin menjadi kuburan para agresor teroris," tambahnya.

Meski demikian, Pentagon membantah klaim Iran telah menyerang kapal induk USS Abraham Lincoln dengan rudal balistik di Teluk. Dikatakan bahkan rudal tak mengenai sasaran.

"Lincoln tidak terkena. Rudal yang diluncurkan bahkan tidak mendekati sasaran," kata Komando Pusat AS di X.

Namun, berita lain menyebut tiga anggota militer AS telah tewas dan lima lainnya luka parah dalam perang dengan Iran. Tapi tak ada detail jelas bagaimana atau di mana korban jiwa tersebut.

"Tiga anggota militer AS telah tewas dalam pertempuran dan lima lainnya terluka parah sebagai bagian dari Operasi Epic Fury. Beberapa lainnya mengalami luka ringan akibat pecahan peluru dan gegar otak, dan sedang dalam proses kembali bertugas," kata Komando Pusat AS (CENTCOM) dalam sebuah pernyataan.

"Operasi tempur utama terus berlanjut dan upaya respons kami sedang berlangsung. Situasinya dinamis, jadi untuk menghormati keluarga, kami akan menahan informasi tambahan, termasuk identitas prajurit kami yang gugur, hingga 24 jam setelah kerabat terdekat diberitahu," tambahnya.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump sesumbar operasi di Timur Tengah berhasil. Ia bahkan mengumumkan bahwa sembilan kapal angkatan laut Iran telah ditenggelamkan dan tidak menyebutkan kematian anggota AS.

Ia mengatakan kepada Fox News bahwa 48 pemimpin Iran telah tewas "dalam satu tembakan". Ia juga mengatakan kepada The Atlantic bahwa ia siap untuk membuka negosiasi tetapi "tidak dapat mengatakan" kapan.

"Situasi saat ini berkembang dengan sangat positif, sangat positif," katanya dalam wawancara lain dengan CNBC International.

"Kami telah menghancurkan dan menenggelamkan 9 Kapal Angkatan Laut Iran, beberapa di antaranya relatif besar dan penting," tulis Trump di akun Truth Social.

"Markas besar angkatan laut negara itu, sebagian besar hancur," ujarnya lagi.

Perang Sembrono

Sementara itu, Kongres AS bereaksi atas tindakan Trump. Pemimpin Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Hakeem Jeffries, memposting bahwa ia "patah hati" atas korban jiwa tersebut.

"Tidak ada lagi pahlawan Amerika yang perlu mati karena keputusan sembrono untuk berperang. Kongres harus bertindak minggu ini untuk menahan presiden ini," kata Jeffries.

(sef/sef)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|