Ilustrasi petir di tengah cuaca ekstrem. - Pixabay
Harianjogja.com, JOGJA—BMKG Yogyakarta mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di DIY pada 4–5 Maret 2026. Hujan lebat, petir, angin kencang, hingga gelombang tinggi di selatan DIY berpotensi terjadi akibat pengaruh bibit siklon tropis 90S.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui Stasiun Meteorologi Yogyakarta mendeteksi keberadaan bibit siklon tropis 90S di Samudra Hindia sebelah selatan Jawa Timur. Sistem ini memicu terbentuknya wilayah konvergensi atau pertemuan massa udara yang memanjang di sepanjang Pulau Jawa, termasuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dalam rilis resminya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyebut kelembapan udara pada lapisan 1,5 hingga 3 kilometer mencapai 60% hingga 95%. Kondisi tersebut mendukung pertumbuhan awan hujan secara signifikan di wilayah DIY.
“Situasi ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan dan tinggi gelombang di wilayah D.I. Yogyakarta,” demikian disampaikan dalam rilis resmi BMKG.
BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berpotensi melanda Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Gunungkidul, serta Kabupaten Bantul.
Selain potensi hujan lebat, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap gelombang tinggi di perairan selatan DIY, khususnya di wilayah perairan Kulon Progo, Bantul, dan Gunungkidul.
BMKG mengingatkan potensi dampak yang dapat muncul, mulai dari genangan air, banjir lokal, tanah longsor, hingga pohon tumbang. Aktivitas pelayaran dan wisata bahari di sepanjang pesisir selatan DIY juga berpotensi terganggu apabila gelombang tinggi terjadi.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, baik melalui situs web www.bmkg.go.id, media sosial @infobmkg, maupun aplikasi infoBMKG.
“Informasi ini akan terus diperbarui sesuai dengan perkembangan cuaca terbaru,” tulis BMKG dalam keterangan tersebut, sembari mengingatkan warga agar tetap tenang, siaga, dan memahami langkah evakuasi apabila kondisi cuaca ekstrem memerlukan tindakan darurat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


















































