Pengendara sepeda motor melintas di jembatan yang dipenuhi material kayu dan sampah di Progowati, Mungkid, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (5/3/2026). Dampak banjir lahar dingin Gunung Merapi yang terjadi pada Selasa (3/3/2026) mengakibatkan sejumlah jalan longsor, jembatan antardesa rusak dan material kayu menyumbat sejumlah jembatan.
REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman memastikan tidak ada korban jiwa maupun dampak langsung di wilayah Sleman terkait banjir lahar dingin yang sebelumnya menerjang Sungai Senowo, di sisi barat daya Gunung Merapi, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Selasa (3/3/2026), sore.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, menyampaikan, hingga kini tidak ada laporan warga Sleman yang menjadi korban maupun yang terdampak aliran lahar tersebut. "Sleman tidak ada (korban ataupun dampak akibat banjir lahar dingin Merapi -Red). Alhamdulillah, Sleman aman, hanya sampai di sebelah timur Balai Desa Kepuharjo, Kopeng, itu, sudah clear seperti yang saya sampaikan," ujarnya saat dihubungi Republika, Rabu (4/3/2026).
Bambang mengatakan, aliran lahar lebih banyak mengarah ke wilayah barat Merapi, khususnya ke Sungai Senowo di Magelang. Sementara di wilayah Sleman, kondisi terpantau aman.
"Yang banyak terdampak itu ke arah Sungai Senowo, Magelang. Kalau di Sleman tidak ada wilayah terdampak aman semua," katanya.
BPBD Sleman juga telah berkoordinasi dengan relawan, pengelola tambang, serta pelaku wisata lereng Merapi untuk meningkatkan kewaspadaan saat terjadi hujan deras di kawasan puncak. "Kami sudah komunikasi dengan relawan dan pengelola tambang. Kalau ada hujan lebat, aktivitas harus segera dihentikan dan kendaraan ditarik dari alur sungai. Harusnya seperti itu," ujarnya.

1 hour ago
2

















































