Petani merawat tanaman kopi arabika gayo pascapanen di Mendale, Takengon, Aceh Tengah, Aceh, Ahad (14/6/2026). Kementerian Pertanian mengalokasikan anggaran hingga Rp40 miliar untuk program pembibitan kopi di wilayah dataran tinggi Gayo sebagai upaya meningkatkan kembali produksi kopi arabika yang turun dratis akibat bencana banjir dan tanah longsor pada akhir November 2025. (FOTO : ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)
Petani memperlihatkan biji kopi arabika di Mendale, Takengon, Aceh Tengah, Aceh, Ahad (14/6/2026). Kementerian Pertanian mengalokasikan anggaran hingga Rp40 miliar untuk program pembibitan kopi di wilayah dataran tinggi Gayo sebagai upaya meningkatkan kembali produksi kopi arabika yang turun dratis akibat bencana banjir dan tanah longsor pada akhir November 2025. (FOTO : ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)
Pekerja menyortir biji kopi arabika hasil panen di Embus Talu, Takengon, Aceh Tengah, Aceh, Ahad (14/6/2026). Kementerian Pertanian mengalokasikan anggaran hingga Rp40 miliar untuk program pembibitan kopi di wilayah dataran tinggi Gayo sebagai upaya meningkatkan kembali produksi kopi arabika yang turun dratis akibat bencana banjir dan tanah longsor pada akhir November 2025. (FOTO : ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)
REPUBLIKA.CO.ID, TAKENGON -- Petani merawat tanaman kopi arabika gayo pascapanen di Mendale, Takengon, Aceh Tengah, Aceh, Ahad (14/6/2026).
Kementerian Pertanian mengalokasikan anggaran hingga Rp40 miliar untuk program pembibitan kopi di wilayah dataran tinggi Gayo sebagai upaya meningkatkan kembali produksi kopi arabika yang turun dratis akibat bencana banjir dan tanah longsor pada akhir November 2025.
sumber : Antara Foto

4 hours ago
6
















































