Balita Terjebak Lubang Proyek Manggarai Meninggal Dunia

2 hours ago 2

Balita Terjebak Lubang Proyek Manggarai Meninggal Dunia

Foto ilustrasi tempat kejadian perkara. - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Balita tewas terjebak lubang proyek menjadi perhatian publik setelah seorang anak berinisial I, 4 tahun, meninggal dunia usai terjatuh ke dalam lubang proyek pembangunan lapangan multifungsi di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan. Korban sempat dievakuasi dalam keadaan hidup, tetapi meninggal dunia saat perjalanan menuju rumah sakit setelah proses penyelamatan berlangsung sekitar empat jam.

Kapolsek Tebet AKP Ischak menjelaskan balita tersebut masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan ketika berhasil dikeluarkan dari lubang proyek. Namun, kondisinya terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.

"Kondisi korban balita tidak tertolong," kata Ischak kepada wartawan di Jakarta, Minggu.

Kepala Sektor Tebet Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Selatan, Kusnanto, mengatakan personel pemadam kebakaran turut terlibat dalam proses evakuasi hingga mengantar korban menuju rumah sakit.

"Anggota saya yang melakukan evakuasi dan juga disaksikan oleh warga setempat, masih kondisi hidup. Jadi tidak tertolongnya dalam perjalanan ke rumah sakit," ujar Kusnanto.

Hingga kini, penyebab balita tersebut terjatuh ke dalam lubang proyek masih didalami aparat kepolisian. Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui secara pasti kronologi maupun faktor yang menyebabkan insiden tersebut terjadi.

Peristiwa itu bermula ketika polisi menerima laporan dari warga pada Minggu dini hari mengenai seorang anak yang terperosok ke dalam lubang proyek di Taman RW 04, Jalan Manggarai Utara II, Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet.

Kejadian berlangsung sekitar pukul 23.40 WIB. Saat itu korban sedang bermain bersama teman-temannya di sekitar area proyek pembangunan lapangan multifungsi.

Korban kemudian terjatuh ke dalam lubang proyek yang memiliki kedalaman sekitar 3,5 hingga 4 meter dengan diameter sekitar 30 x 30 sentimeter.

Teman-teman korban segera meminta bantuan kepada petugas Pos Komando Taktis (Poskotis) Manggarai. Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada petugas piket fungsi Polsek Tebet yang langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan.

Pada tahap awal penyelamatan, petugas berupaya mengevakuasi korban secara manual dengan memasukkan personel bertubuh kecil ke dalam lubang. Namun, upaya tersebut belum berhasil karena ukuran lubang yang sangat sempit serta kondisi korban yang mengalami trauma.

Selanjutnya, petugas berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, antara lain Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), Puskesmas Tebet, RSUD Tebet, serta mendatangkan alat berat guna mempercepat proses penyelamatan.

Dua unit ekskavator dikerahkan untuk melakukan penggalian secara hati-hati. Sebelum penggalian dilakukan, petugas terlebih dahulu membuat jalur aman di sisi lubang agar tidak terjadi longsor yang dapat membahayakan korban maupun tim penyelamat.

Polisi juga memasang garis polisi di sekitar lokasi untuk mengamankan area sekaligus mencegah kerumunan warga menghambat proses evakuasi yang berlangsung intensif.

Setelah proses evakuasi berlangsung sekitar empat jam, korban akhirnya berhasil dikeluarkan dari dalam lubang pada sekitar pukul 03.55 WIB. Balita tersebut kemudian langsung dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Namun, balita tewas terjebak lubang proyek tersebut akhirnya dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|