Bachtiar Nasir: Kemerdekaan tak Cukup Diperingati dengan Seremoni

3 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Serikat Jurnalis Muslim Indonesia (SAJID) bersama AQL Islamic Center menggelar gerakan sosial pembagian 81 ribu paket makanan gratis dan 81 ribu paket sembako untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Program senilai sekitar Rp14 miliar tersebut berlangsung selama 11 hari, pada 7–17 Agustus 2026.

Gerakan itu dimulai dari depan AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (7/8/2026). Sejak pagi, ratusan pengemudi ojek daring, sopir bajaj dan angkot, pekerja informal, serta warga sekitar datang untuk mendapatkan paket sarapan gratis.

Di antara mereka terdapat Indra, seorang pengemudi ojek daring. Sebelum memulai pekerjaannya mencari penumpang, ia menerima satu paket makanan untuk sarapan. Bagi pekerja yang penghasilannya bergantung pada order setiap hari, sebungkus makanan berarti ada pengeluaran yang bisa dihemat.

"Saya senang bisa dapat makanan gratis ini. Lumayan bisa untuk sarapan pagi sebelum mulai narik. Semoga kegiatan seperti ini terus ada karena sangat membantu kami," ujar Indra.

Ketua Umum SAJID Ustaz Bachtiar Nasir mengatakan program tersebut sengaja dikaitkan dengan usia kemerdekaan Indonesia. Angka 81 diwujudkan melalui pembagian 81 ribu paket makanan dan 81 ribu paket sembako.

Namun, menurut Bachtiar, pesan yang hendak dibawa tidak berhenti pada simbol angka. Peringatan kemerdekaan, kata dia, semestinya menjadi momentum untuk melihat kembali sejauh mana masyarakat telah merasakan makna kemerdekaan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam memenuhi kebutuhan paling mendasar: pangan.

"SAJID, dalam rangka 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, kami menyelenggarakan program 81.000 paket makanan dan 81.000 paket sembako. Kepada teman-teman jurnalis, mari bergabung dan kita bersama-sama. Merdeka itu adalah daulat pangan di tangan kita semua. Merdeka adalah ketika semua bisa makan. Merdeka!" kata Bachtiar.

Kemerdekaan dan Hak untuk Makan

Bachtiar mengatakan kemerdekaan tidak semestinya hanya hadir dalam upacara, pemasangan bendera, maupun berbagai seremoni menjelang 17 Agustus. Kemerdekaan, menurut dia, perlu diterjemahkan menjadi tindakan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pangan menjadi salah satu hal mendasar dalam pemaknaan tersebut. Karena itu, SAJID dan AQL Islamic Center memilih aksi berbagi makanan dan kebutuhan pokok sebagai bagian dari peringatan 81 tahun Indonesia merdeka.

"Program ini merupakan bagian dari ikhtiar kami untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menumbuhkan semangat berbagi dan gotong royong di tengah masyarakat. Kemerdekaan harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia," ujar Bachtiar.

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|