Harianjogja.com, JOGJA — Pertandingan penentuan tiket Piala Dunia 2026 antara Timnas Bolivia dan Timnas Irak berlangsung panas sejak awal, dengan skor sementara 1-1 hingga babak pertama usai.
Laga krusial yang digelar di Stadion BBVA, Monterrey, Meksiko, Rabu (1/4/2026) ini langsung diwarnai gol cepat dari Irak pada menit ke-10. Gol tersebut dicetak oleh Aymen Hussein Al Hamadi yang memanfaatkan umpan sepak pojok dari Al Ammari, membawa Irak unggul 1-0.

Keunggulan Irak sempat membuat Bolivia tertekan, namun perlahan mampu bangkit dan mengambil alih kendali permainan. Tekanan demi tekanan akhirnya berbuah gol penyeimbang pada menit ke-38 melalui aksi Moises Paniagua. Skor pun berubah menjadi 1-1 dan bertahan hingga turun minum.
Pertandingan ini menjadi penentu satu slot terakhir di Grup I putaran final Piala Dunia 2026, yang sudah dihuni tim kuat seperti Timnas Prancis, Timnas Norwegia, dan Timnas Senegal.
Dalam laga hidup-mati ini, pelatih Bolivia, Villegas, melakukan eksperimen dengan memasang Juan Godoy dan Moises Paniagua sebagai ujung tombak sejak awal. Strategi ini menjadi perubahan penting dibanding susunan pemain sebelumnya.
Seusai kebobolan di awal laga, lini belakang Bolivia yang dikomandoi Diego Medina, Luis Haquin, Efrain Morales, dan Roberto Fernandez tampil lebih solid. Sementara lini tengah yang dihuni Gabriel Villamil, Robson Matheus, dan Ramiro Vaca berperan besar dalam menjaga alur serangan.
Memasuki babak kedua, kedua tim diprediksi akan tampil lebih agresif demi mengamankan tiket ke panggung sepak bola dunia. Tekanan, strategi, dan ketenangan akan menjadi faktor penentu siapa yang berhak melangkah ke putaran final.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

















































