Axioo Class Program Hubungkan SMK dan Industri Teknologi

9 hours ago 2

Axioo Class Program Hubungkan SMK dan Industri Teknologi (Kiri ke kanan) Strategic Partnership Manager Axioo Toni Siscus, PR dan Product Marketing Manager Axioo Maria Claudine, serta Senior Marketing Communications Manager Axioo Ester Cahaya saat berkunjung ke Kantor Harian Jogja, Jumat (6/3/2026). - Harian Jogja - Anisatul Umah

JOGJA—Program pendidikan vokasi Axioo Class Program yang digagas PT Tera Data Indonusa Tbk (AXIO) terus diperkuat untuk menjembatani kebutuhan dunia industri dengan pendidikan kejuruan. Melalui inisiatif ini, Axioo menghadirkan kolaborasi antara sekolah dan industri agar lulusan siap langsung bekerja di sektor teknologi.

Program Axioo Class Program telah berjalan sejak 2010. Strategic Partnership Manager Axioo, Toni Siscus, menjelaskan inisiatif tersebut berawal dari tantangan perusahaan dalam mendapatkan tenaga kerja yang siap pakai ketika proses rekrutmen berlangsung. Menurutnya, banyak calon pekerja yang masih membutuhkan pelatihan ulang sebelum bisa terjun langsung di industri.

Karena itu, Axioo kemudian membawa modul pelatihan internal perusahaan ke lingkungan pendidikan. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi institusi yang paling terbuka menerima program ini. Hingga kini, sekitar 1.300 SMK, universitas, dan politeknik telah menjadi bagian dari jaringan binaan Axioo melalui Axioo Class Program.

“Jadi sekolah binaan Axioo ini mereka punya Teaching Factory (TEFA), jadi mereka belajar di kelas suasananya sudah seperti di tempat produksi kita,” ucapnya saat berkunjung ke kantor Harian Jogja, Jumat (6/3/2026).

Selain menghadirkan kurikulum yang mendekatkan siswa dengan dunia industri, Axioo juga memberikan hibah laptop sebagai sarana praktik. Para siswa dilatih untuk merakit laptop, melakukan perbaikan perangkat, hingga memahami alur layanan pelanggan di customer service dan service center.

Melalui program Axioo Education, perusahaan juga memprioritaskan peningkatan kapasitas tenaga pengajar. Para guru mendapatkan pelatihan langsung dari Axioo yang bekerja sama dengan Intel melalui kurikulum Intel Skills for Innovation.

“Jadi kami latih para guru untuk upskilling, bagaimana mereka bisa memanfaatkan teknologi dalam proses belajar mengajar,” jelasnya.

Tidak hanya melalui Axioo Class Program, perusahaan juga membuka kesempatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) bagi para siswa. Program ini memberi ruang bagi pelajar untuk merasakan langsung pengalaman bekerja di berbagai lini industri teknologi.

Toni menjelaskan siswa yang mengikuti PKL tidak hanya ditempatkan di lini produksi. Mereka juga dapat terlibat di sejumlah divisi lain seperti riset dan pengembangan (R&D), teknologi informasi (IT), hingga pemasaran dan komunikasi (markom).

Ia menyebutkan bahwa beberapa siswa PKL yang ditempatkan di divisi R&D bahkan bertugas melakukan pengujian produk Axioo, khususnya lini Pongo. Dalam proses tersebut, mereka melakukan pengujian performa dengan memainkan gim hingga delapan jam per hari sekaligus membuat laporan hasil pengujian.

“Maksimalnya bisa sampai berapa sih? Minimalnya bisa sampai berapa? Mereka seharian 8 jam itu main game, mereka bikin reporting,” tuturnya.

Menurut Toni, siswa magang yang menunjukkan performa terbaik berpeluang langsung direkrut oleh perusahaan. Dari total peserta PKL, sekitar 40% biasanya terserap di dunia industri, meskipun tidak semuanya bekerja di Axioo.

“Kalaupun memang tidak bisa terserap oleh Axioo, biasanya kami kasih rujukan ke mitranya kita. Jadi anak-anak PKL ini yang memang berprestasi dan memang sesuai dengan kebutuhan itu akan kita serap,” tuturnya.

Untuk program PKL di pabrik Axioo sendiri, kesempatan magang dibuka setiap tiga bulan dengan kuota sekitar 100 peserta. Jika dihitung bersama jaringan mitra industri yang bekerja sama dengan Axioo, jumlah peserta yang dapat disalurkan setiap periode bisa lebih besar.

“Jadi memang fokusnya itu nggak hanya melulu diserap oleh Axioo, tapi kita punya ekosistem mitra-mitra industri, bisa kita salurkan juga untuk siswa-siswi dari binaannya kita,” ujarnya.

Senior Marketing Communications Manager Axioo, Ester Cahaya, menambahkan kolaborasi dengan peserta PKL juga terjadi di departemen lain seperti marketing. Dalam beberapa kesempatan, siswa magang dilibatkan untuk memberikan perspektif generasi muda dalam penyusunan strategi komunikasi.

“Kadang jadi ada sudut pandang dari mereka yang juga masuk di pertimbangan saat menyusun perencanaan konten, editorial, dan lain-lain,” ucapnya.

Melalui Axioo Class Program dan berbagai program pendukung seperti PKL, Axioo terus mendorong lahirnya lulusan pendidikan vokasi yang memiliki pengalaman industri sejak di bangku sekolah, sehingga keterhubungan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri teknologi dapat terbangun lebih kuat. (Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|