Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Juni 2026 di Jakarta, Jumat (5/6/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyambut baik kesepakatan damai antara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang membuat Selat Hormuz dibuka. Hal itu berpotensi menurunkan harga minyak dunia dan memberikan ruang tambahan bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Mendapat pertanyaan seperti itu dari awak media, Purbaya yang sudah duduk di dalam mobil dinas, sempat berjoget tipis sebelum menyampaikan jawabannya. Joget dengan mengangkat dua tangan itu mirip seperti yang dilakukan Presiden AS Donald John Trump.
"Nah, harusnya gitu kan," kata Purbaya sembari memeragakan joget ala Trump saat dicegat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026).
Purbaya menjelaskan, pemerintah sebelumnya telah menyisihkan sebagian anggaran untuk mengantisipasi kenaikan subsidi akibat gejolak harga energi global. Jika ketegangan geopolitik mereda dan harga energi kembali stabil, sambung dia, kebutuhan subsidi berpotensi menurun sehingga tersedia ruang fiskal untuk membiayai program-program prioritas pemerintah.
"Kan kemarin sebagian anggaran sudah kita sisihkan untuk subsidi. Sehingga akan jauh berkurang, ada ruang untuk memberi pembiayaan program-program lain yang dianggap penting oleh presiden," ucap Purbaya.
Hanya saja, kata Purbaya, pemerintah tetap mencermati perkembangan situasi global sebelum melakukan penyesuaian lebih lanjut terhadap kebijakan fiskal. "Nanti kita lihat seperti apa dan baru kita adjust," ujar mantan ketua DK LPS tersebut.

2 hours ago
5
















































