AS-Iran Berdamai, IHSG Terkerek Menghijau 4 Persen

4 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat pada awal pekan ini. Penguatan IHSG terjadi seiring pengumuman kesepakatan perdamaian antara AS dan Iran yang menandakan meredanya perang di Timur Tengah.

Mengutip IDX Mobile, pada perdagangan Senin (15/6/2026), IHSG dibuka menguat 2,10 persen menuju level 6.133. Terpantau pada pukul 11.08 WIB, IHSG sudah melesat lebih dari 4 persen menuju posisi 6.253.

"Ini sudah hari keempat IHSG naik terus. Saya kira faktor internal dan eksternal saat ini memang sudah mulai mendukung untuk itu," ujar Ekonom Universitas Brawijaya, Noval Adib, saat dikonfirmasi Republika, Senin (15/6/2026) lalu.

Noval menjelaskan, sentimen eksternal penguatan IHSG adalah adanya kesepakatan damai antara AS dan Iran. Dengan demikian, perang di Timur Tengah yang selama ini menjadi faktor gejolak di pasar mulai mereda dan membuat pasar menjadi lebih tenang.

"Dari faktor eksternal, perang di Timur Tengah tampaknya sudah mulai mereda seiring dengan tercapainya kesepakatan damai antara Iran dan Amerika," tuturnya.

Sementara itu, sentimen internal yang membuat IHSG menguat ialah sikap pemerintah yang dinilai pasar sudah mulai jelas mengenai sejumlah program prioritas. Di antaranya terdapat wacana efisiensi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan demikian, pasar menjadi cukup percaya terhadap pengelolaan fiskal.

"Pemerintah sudah tampak makin serius melakukan efisiensi untuk program-program yang selama ini tampak seperti 'bakar uang' seperti MBG dan KDMP (Koperasi Desa Merah Putih), for whatever reason. Efisiensi anggaran jumbo ini tentu akan membuat kondisi fiskal semakin membaik," jelasnya.

Menurut analisis Noval, sentimen internal menjadi faktor yang lebih kuat dalam mengerek pergerakan IHSG. Sebab, penguatan sudah terjadi sejak otoritas moneter atau Bank Indonesia (BI) secara mendadak menaikkan tingkat suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 5,5 persen pada 9 Juni 2026.

"Menurut hemat saya, faktor internal lebih kuat memengaruhi sentimen positif ini karena berita mengenai meredanya perang di Timur Tengah baru muncul dua hari terakhir. Sedangkan faktor internal sudah dimulai sejak BI menaikkan BI Rate yang langsung direspons positif oleh pasar sekitar 7 persen. Kemudian dilanjutkan dengan kebijakan fiskal seperti efisiensi MBG besar-besaran, moratorium pembangunan KDMP, serta penghentian atau penangguhan kebijakan ekspor komoditas satu pintu," terangnya.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|