REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktris peraih Oscar, Anne Hathaway, mengumumkan kehamilan anak ketiganya pada usia 43 tahun. Pengumuman tersebut disampaikan melalui unggahan di Instagram pada Jumat (19/6/2026), di mana Hathaway memperlihatkan baby bump-nya sambil diiringi lagu "Baby, I'm Yours" milik Barbara Lewis.
Kehamilan Hathaway disebut mencerminkan pola fertilitas modern. Data dari US Census Bureau menunjukkan angka kelahiran pada perempuan berusia 20-an terus mengalami penurunan, sementara angka kelahiran pada kelompok usia 35 hingga 44 tahun justru meningkat.
Perubahan tersebut turut menggeser pandangan lama tentang kehamilan di usia matang. Istilah medis yang dulu dikenal sebagai "kehamilan geriatri" kini semakin jarang digunakan dalam percakapan publik, seiring meningkatnya jumlah perempuan yang memilih menunda kehamilan karena alasan karier, stabilitas ekonomi, maupun kesiapan pribadi.
Konsultan senior obstetri dan ginekologi di Indraprastha Apollo Hospitals, dr Neelam Suri, mengatakan kehamilan pada usia yang lebih matang kini bukan lagi hal yang tabu. Dengan perawatan medis yang tepat, banyak perempuan dapat menjalani kehamilan di usia 40-an dengan sehat.
"Kehamilan di usia lanjut tidak lagi aneh, dan dengan perawatan medis dan tindakan pencegahan yang tepat, banyak wanita mengalami hasil yang positif," kata dia dilansir laman Hindustan Times, Sabtu (20/6/2026).
Meski demikian, dr Suri mengatakan faktor biologis tetap perlu menjadi perhatian. Perempuan dilahirkan dengan jumlah sel telur yang terbatas, dan kualitas maupun kuantitas sel telur tersebut akan terus menurun seiring bertambahnya usia.
Kondisi ini membuat peluang pembuahan alami menjadi lebih rendah setelah usia 35 tahun dan jauh lebih menantang setelah usia 40 tahun. Karena itu, sebagian perempuan membutuhkan bantuan teknologi reproduksi berbantu seperti fertilisasi in vitro (IVF) untuk meningkatkan peluang kehamillan.
Saat membahas kehamilan di usia 40-an, dr Suri tak memungkiri bahwa risiko memang ada, tetapi sebagian besar dapat diprediksi dan dikelola melalui pemantauan yang tepat. Berikut beberapa risiko yang perlu menjadi perhatian:
1. Kerentanan kesehatan ibu
Seiring bertambahnya usia, perempuan berusia di atas 35 tahun memiliki risiko lebih tinggi mengalami diabetes gestasional, yaitu diabetes sementara yang muncul selama kehamilan. Risiko lain yang juga meningkat adalah hipertensi dan preeklamsia, kondisi tekanan darah tinggi yang dapat membahayakan ibu maupun janin. Selain itu, perempuan yang hamil pada usia lebih tua juga lebih berpeluang menjalani persalinan melalui operasi sesar akibat komplikasi atau proses persalinan yang berlangsung lebih lama.

3 hours ago
2












































