Kamis 09 Apr 2026 23:20 WIB
Aksi Kamisan ke-903 soroti kasus kekerasan terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus.
Rep: Thoudy Badai/ Red: Edwin Dwi Putranto
Aktivis HAM yang tergabung dalam Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan melakukan aksi kamisan ke-903 di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (9/4/2026). Aksi Kamisan ke-903 tersebut menuntut pemerintah untuk mengusut tuntas upaya pembunuhan berencana terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus serta mendesak pemerimtah untuk segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen dan mengadili pelaku pemyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
Aktivis HAM yang tergabung dalam Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan melakukan aksi kamisan ke-903 di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (9/4/2026). Aksi Kamisan ke-903 tersebut menuntut pemerintah untuk mengusut tuntas upaya pembunuhan berencana terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus serta mendesak pemerimtah untuk segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen dan mengadili pelaku pemyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
Aktivis HAM yang tergabung dalam Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan melakukan aksi kamisan ke-903 di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (9/4/2026). Aksi Kamisan ke-903 tersebut menuntut pemerintah untuk mengusut tuntas upaya pembunuhan berencana terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus serta mendesak pemerimtah untuk segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen dan mengadili pelaku pemyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
Aktivis HAM yang tergabung dalam Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan melakukan aksi kamisan ke-903 di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (9/4/2026). Aksi Kamisan ke-903 tersebut menuntut pemerintah untuk mengusut tuntas upaya pembunuhan berencana terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus serta mendesak pemerimtah untuk segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen dan mengadili pelaku pemyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
Aktivis HAM yang tergabung dalam Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan melakukan aksi kamisan ke-903 di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (9/4/2026). Aksi Kamisan ke-903 tersebut menuntut pemerintah untuk mengusut tuntas upaya pembunuhan berencana terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus serta mendesak pemerimtah untuk segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen dan mengadili pelaku pemyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
Ibunda korban Semanggi I Benardinus Realino Norma Irawan atau Wawan, Maria Katarina Sumarsih mengikuti aksi kamisan ke-903 di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (9/4/2026). Aksi Kamisan ke-903 tersebut menuntut pemerintah untuk mengusut tuntas upaya pembunuhan berencana terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus serta mendesak pemerimtah untuk segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen dan mengadili pelaku pemyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
Aktivis HAM yang tergabung dalam Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan melakukan aksi kamisan ke-903 di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (9/4/2026). Aksi Kamisan ke-903 tersebut menuntut pemerintah untuk mengusut tuntas upaya pembunuhan berencana terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus serta mendesak pemerimtah untuk segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen dan mengadili pelaku pemyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktivis HAM yang tergabung dalam Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan melakukan aksi kamisan ke-903 di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Aksi Kamisan ke-903 tersebut menuntut pemerintah untuk mengusut tuntas upaya pembunuhan berencana terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus serta mendesak pemerimtah untuk segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen dan mengadili pelaku pemyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.
sumber : Republika
Berita Lainnya

5 hours ago
2
















































