Dirjen: Implementasi kebijakan selektif perketat pengawasan WNA.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Direktorat Jenderal Imigrasi memperketat pengawasan terhadap warga negara asing (WNA) di Indonesia sebagai implementasi kebijakan selektif. Hal ini dibuktikan dengan penangkapan empat WNA Tiongkok yang diduga terlibat dalam jaringan love scamming internasional di Semarang pada Kamis (4/6).
Menurut Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko, penangkapan ini merupakan bagian dari kebijakan selektif untuk menindak WNA yang menyalahgunakan izin tinggal dan memanfaatkan wilayah Indonesia untuk kegiatan ilegal. Operasi ini dilakukan oleh Kantor Imigrasi Semarang bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Tengah di kawasan Puri Anjasmoro, Semarang Barat.
Keempat WNA Tiongkok yang diamankan adalah HJ (40), HK (44), HY (44), dan TW (37). Selain itu, dua warga negara Indonesia berinisial DS (26) dan E (26) turut dimintai keterangan untuk mendalami peran mereka dalam aktivitas yang ditemukan di lokasi.
Petugas menemukan sejumlah barang bukti elektronik dalam jumlah besar yang diduga digunakan untuk mendukung aktivitas penipuan daring. Barang bukti tersebut meliputi 604 unit telepon genggam, 11 unit komputer jinjing, 10 unit komputer all in one (AIO), serta ratusan kartu SIM dan dokumen lainnya. Modus operandi yang digunakan adalah membangun hubungan emosional dengan calon korban melalui identitas palsu, kemudian memanfaatkan kepercayaan untuk keuntungan finansial.
Pemeriksaan awal menunjukkan bahwa korban berada di luar wilayah Indonesia. Para WNA tersebut diduga melanggar Pasal 122 huruf a Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian terkait penyalahgunaan izin tinggal. Salah satu WNA juga diduga melanggar Pasal 119 karena tidak dapat menunjukkan dokumen perjalanan yang sah.
Hendarsam menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini menunjukkan komitmen Ditjen Imigrasi dalam menjaga keamanan dan kedaulatan negara. Pengawasan keimigrasian akan terus diperkuat dengan meningkatkan kegiatan pengawasan dan memperkuat fungsi intelijen keimigrasian.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

2 hours ago
2

















































