73 Sekolah di Sleman Gandeng BPBD Edukasi Bencana saat MPLS

5 hours ago 3

Harianjogja.com, SLEMAN—Kesadaran sekolah terhadap pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana terus meningkat. Selama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026, sedikitnya 73 sekolah dari jenjang SD hingga SMA sederajat di Kabupaten Sleman mengajukan permohonan edukasi mitigasi bencana kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena hingga Sabtu (18/7/2026), permohonan dari sejumlah sekolah terus berdatangan.

Staf Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sleman, Ismardiyanto, mengatakan tingginya minat sekolah mengikuti edukasi kebencanaan terlihat dari banyaknya surat permohonan yang diterima lembaganya selama periode MPLS tahun ini.

"Untuk tahun ini, surat secara resmi masuk ke kita itu ada 73 sekolah yang sudah terdaftar. Karena ternyata setelah surat itu masuk, masih ada [sekolah yang mengajukan]," kata Ismardiyanto.

Menurutnya, angka tersebut belum menjadi jumlah akhir karena masih ada sekolah yang terus mengirimkan permohonan.

"Artinya, kemungkinan bisa lebih dari itu. Ini kan baru istilahnya sampai hari ini, hari Sabtu ini, surat yang masuk itu ada 73 sekolah," imbuhnya.

Materi Disesuaikan dengan Potensi Bencana di Wilayah Sekolah

Dalam setiap kegiatan, BPBD Sleman memberikan pemahaman dasar mengenai mitigasi bencana kepada para peserta didik. Namun, materi yang disampaikan juga disesuaikan dengan karakteristik ancaman bencana di lingkungan sekolah masing-masing.

Ismardiyanto menjelaskan, sejumlah sekolah bahkan mengajukan materi khusus sesuai kebutuhan wilayahnya. Sekolah yang berada di lereng Gunung Merapi, misalnya, meminta pembekalan mengenai mitigasi erupsi, sedangkan sekolah lain menginginkan materi terkait kebakaran.

"Kalau materinya secara umum itu tentang mitigasi bencana. Itu secara umum, tapi kadang ada permintaan khusus dari sekolah tentang materi tertentu. Misalkan yang ada di lereng Merapi minta pengetahuan tentang erupsi Merapi. Ada juga yang minta tentang kebakaran," tandasnya.

Meski demikian, para narasumber dari BPBD Sleman tetap menyesuaikan penyampaian materi dengan kondisi wilayah tempat sekolah berada.

"Tapi biasanya itu sudah otomatis kita singgung-singgung teman-teman yang bertugas menjadi narasumber itu sudah langsung disinggung juga misalkan daerah situ potensinya apa sudah langsung dijelaskan," lanjut Ismardiyanto.

Permintaan Datang dari Hampir Seluruh Wilayah Sleman

Pada MPLS tahun ini, sekolah yang mengajukan edukasi berasal dari jenjang SD, SMP, hingga SMA sederajat. Sementara pada tahun sebelumnya, permintaan serupa juga datang dari satuan pendidikan TK dan PAUD.

Berdasarkan sebaran wilayah, Ismardiyanto menyebut permohonan edukasi datang hampir dari seluruh kapanewon di Sleman.

"Hampir semuanya, yang tahun ini Moyudan pun ada beberapa. Kemudian Prambanan ada, Pakem ada, hampir semua, Tempel pun ada," terangnya.

Siswa Dinilai Semakin Antusias Mengikuti Edukasi Kebencanaan

BPBD Sleman juga menerima laporan dari para narasumber bahwa siswa menunjukkan antusiasme tinggi selama mengikuti kegiatan edukasi kebencanaan pada MPLS tahun ini.

Menurut Ismardiyanto, peserta didik kini lebih aktif berdiskusi dibandingkan pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya.

"Setahu saya, dari teman-teman yang laporan, ya laporan atau intinya ngobrol-ngobrol itu rata-rata menyenangkan sekarang itu. Rata-rata lebih aktif daripada yang mungkin tahun-tahun yang lalulah. Iya rata-rata antusias sekolah-sekolah itu," ungkapnya.

Ia berharap pembelajaran tersebut mampu meningkatkan literasi kebencanaan sehingga warga sekolah memahami langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, maupun setelah terjadi bencana.

"Harapan kami ya dengan kegiatan ini masyarakat atau anak-anak sekolah, warga sekolah, itu menjadi paham apa yang harus dilakukan anak-anak atau warga sekolah dalam menghadapi bencana. Baik itu pada saat tenang seperti sekarang atau pra-bencana, kemudian pada saat bencana, maupun pasca-bencana," tegasnya.

Libatkan Relawan Lokal

Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, membenarkan bahwa permintaan edukasi mitigasi bencana pada MPLS tahun ini telah diajukan oleh lebih dari 70 sekolah.

"Terkait dengan MPLS, yang minta kepada kami untuk membantu dalam MPLS sebagai narasumber sudah 70-an SD, SMP, SMA sederajat," jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, BPBD Sleman tidak hanya mengandalkan personel internal. Sejumlah relawan kebencanaan di wilayah setempat juga dilibatkan untuk mendukung penyampaian materi kepada para siswa.

"Kita libatkan dalam mitigasi dan upaya edukasi kebencanaan di saat MPLS ini," tukasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|