REPUBLIKA.CO.ID, ACEH TIMUR — Danone Indonesia menyalurkan dukungan pemulihan akses air bersih bagi fasilitas kesehatan di Aceh dan Sumatera Utara setelah banjir yang melanda wilayah tersebut sejak November 2025. Dukungan ini mencakup pembangunan sumber air bersih dan instalasi pengolahan air di sejumlah rumah sakit dan puskesmas.
Program tersebut menyasar 36 fasilitas kesehatan yang terdiri dari tujuh rumah sakit umum daerah dan 29 puskesmas serta puskesmas pembantu di wilayah terdampak. Program dijalankan melalui kerja sama dengan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan serta pemerintah daerah, termasuk Dinas Kesehatan Provinsi Aceh dan sejumlah dinas kesehatan kabupaten. Infrastruktur yang dibangun meliputi 35 titik sumber air bersih atau deep well dan tujuh unit instalasi pengolahan air.
Fasilitas tersebut tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Kabupaten Aceh Timur, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Bireuen, Pidie Jaya, Kota Langsa, Aceh Tengah, hingga Tapanuli Tengah di Sumatera Utara. Pembangunan infrastruktur air bersih dilakukan untuk mendukung operasional layanan kesehatan yang sempat terganggu akibat kerusakan fasilitas dan terbatasnya pasokan air.
Penyerahan dukungan secara simbolis diterima pemerintah Kabupaten Aceh Timur yang diwakili Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh Timur Adlinsyah. Adlinsyah mengatakan, keterbatasan akses air bersih sempat mengganggu operasional sejumlah fasilitas kesehatan setelah bencana banjir.
“Kami di Aceh Timur merasakan betul bagaimana bencana kemarin memengaruhi layanan kesehatan. Banyak puskesmas dan rumah sakit terganggu karena keterbatasan air bersih. Karena itu, bantuan dari Danone Indonesia ini sangat berarti bagi kami. Ini bukan hanya soal air bersih, tetapi tentang memastikan masyarakat kami tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak,” kata Adlinsyah berdasarkan siaran pers yang diterima pada Jumat (6/3/2026).
Pada kesempatan yang sama, Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan dan Danone Indonesia juga menandatangani perjanjian kerja sama terkait dukungan pemulihan fasilitas kesehatan pascabencana di Aceh dan Sumatera Utara. Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan Agus Jamaludin mengatakan, ketersediaan air bersih menjadi komponen penting dalam menjaga mutu layanan kesehatan.
“Ketersediaan air bersih merupakan komponen esensial dalam menjaga mutu layanan dan keselamatan pasien, terutama di wilayah terdampak bencana. Kerja sama ini menunjukkan bentuk kolaborasi yang konstruktif dalam mendukung percepatan pemulihan layanan kesehatan di Aceh dan Sumatra,” kata Agus.
VP General Secretary Danone Indonesia Vera Galuh Sugijanto mengatakan, pemulihan akses air bersih menjadi faktor penting dalam mempercepat normalisasi layanan kesehatan setelah bencana. Tanpa pasokan air bersih, layanan medis hingga sanitasi fasilitas kesehatan tidak dapat berjalan optimal.
“Air adalah hal yang paling dasar untuk kehidupan dan menjadi kebutuhan utama di setiap fasilitas kesehatan. Tanpa air bersih, layanan medis, persalinan, hingga sanitasi tidak mungkin berjalan dengan aman,” kata Vera.
Sejak akhir 2025, Danone Indonesia juga menyalurkan bantuan kemanusiaan lain di wilayah terdampak banjir, termasuk distribusi air minum kemasan, produk nutrisi anak, pasokan air bersih, serta bantuan dana bagi masyarakat di Aceh Tamiang, Tanjung Pura, Langkat, dan Tapanuli Tengah.

8 hours ago
5

















































