28.478 Siswa Sekolah Rakyat Dibekali Literasi Digital Saat MPLS

8 hours ago 7

28.478 Siswa Sekolah Rakyat Dibekali Literasi Digital Saat MPLS

Foto ilustrasi sekolah rakyat, dibuat menggunakan AI ChatGPT.

Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan sebanyak 28.478 siswa baru Sekolah Rakyat tahun ajaran 2026/2027 akan mendapatkan pembekalan literasi digital dan etika bermedia sosial selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Program tersebut disiapkan untuk membangun kebiasaan memanfaatkan teknologi secara produktif sejak dini.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengatakan materi literasi digital menjadi bagian penting dalam MPLS karena para siswa akan dikenalkan pada pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran melalui learning management system (LMS).

"Anak-anak mulai SD pun sudah dibiasakan bagaimana memanfaatkan teknologi untuk proses pembelajaran bukan untuk hal-hal yang tidak semestinya," kata Saifullah Yusuf di Jakarta, Senin (13/7/2026).

Penggunaan Gawai Dibatasi

Saifullah menegaskan penggunaan gawai di lingkungan Sekolah Rakyat dibatasi secara ketat. Bahkan, siswa tidak diperkenankan menggunakan telepon genggam selama kegiatan belajar-mengajar berlangsung.

Sebagai gantinya, proses pembelajaran memanfaatkan perangkat laptop atau komputer yang digunakan di bawah pendampingan guru.

Menurutnya, pembatasan tersebut sejalan dengan upaya membangun budaya digital yang sehat sehingga siswa mampu menggunakan teknologi sesuai kebutuhan pendidikan.

"Mereka mulai dibimbing bagaimana memanfaatkan teknologi dengan baik, bagaimana memilih dan memilah informasi dengan baik, sehingga terbangun kesadaran sejak dini, bukan justru sebaliknya untuk hal-hal yang tidak produktif," kata dia.

Puluhan Ribu Siswa Ikuti Sekolah Rakyat

Kemensos mencatat sebanyak 28.478 anak dari keluarga prasejahtera telah bergabung dalam Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2026/2027.

Rinciannya meliputi:

Jenjang SD: lebih dari 6.000 siswa dalam 210 rombongan belajar (rombel).

Jenjang SMP: 11.186 siswa yang terbagi dalam 373 rombel.

Jenjang SMA: 11.077 siswa dengan 369 rombel.

MPLS nasional Sekolah Rakyat dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan dan dilaksanakan dalam empat gelombang, dimulai pada 14 Juli 2026.

Taruna TNI dan Polri Dampingi Siswa

Selain pembekalan literasi digital, Kemensos juga menjadwalkan pendampingan khusus selama lima hari oleh taruna TNI dan Polri.

Pendampingan tersebut bertujuan membentuk karakter serta menanamkan kedisiplinan kepada siswa yang mengikuti pendidikan berbasis asrama.

Saifullah menjelaskan seluruh aktivitas siswa telah disusun dalam jadwal harian, mulai dari bangun tidur hingga kembali beristirahat.

"Mulai bangun tidur sampai tidur lagi itu ada jadwal yang telah diatur sedemikian rupa. Kita harapkan nanti anak-anak ini bisa belajar bagaimana menata barang-barang pribadi, perlengkapan sekolah, dan juga mengikuti jadwal-jadwal yang ada, dan bisa mengikuti proses pembelajaran secara tertib dan rapi dari bangun tidur sampai tidur kembali," kata dia.

Melalui pola pembelajaran tersebut, Kemensos berharap para siswa tidak hanya memperoleh pendidikan akademik, tetapi juga memiliki karakter disiplin, mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, serta terbiasa menjalani kehidupan belajar yang teratur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|