20 Ribu Pengunjung Padati Kobalorasi, UMKM Bangka Tengah Ketiban Berkah

7 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID,  BANGKA TENGAH — Kobalorasi ke-4 tidak hanya menjadi panggung hiburan masyarakat, tetapi juga menunjukkan potensi sebuah event daerah sebagai penggerak pariwisata dan ekonomi lokal. Selama lima hari penyelenggaraan, ribuan pengunjung memadati Alun-Alun Kota Koba, Bangka Tengah, sekaligus menghidupkan transaksi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kegiatan yang berlangsung pada 18–22 Agustus 2026 itu menghadirkan pertunjukan seni, musik, kuliner, produk UMKM, hingga beragam aktivitas masyarakat. Kobalorasi tahun ini mengusung tema "Koba dari Masa ke Masa" dan digelar dalam rangka memperingati HUT ke-172 Kota Koba serta HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bupati Bangka Tengah Algafri Rahman mengatakan antusiasme masyarakat menunjukkan Kobalorasi memiliki daya tarik yang terus berkembang. Sekitar 300 pelaku UMKM terlibat dan mendapatkan ruang untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas pasar.

"Selama lima hari ini kami perkirakan perputaran uang bisa mencapai ratusan juta rupiah. Ini menjadi berkah bagi para pedagang," kata Algafri pada malam penutupan, Sabtu (22/8/2026).

Jumlah pelaku usaha yang terlibat memperlihatkan bahwa Kobalorasi telah berkembang lebih jauh dari sekadar agenda perayaan tahunan. Event tersebut menjadi titik temu antara keramaian publik, produk lokal, kuliner, budaya, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani menilai tingginya kunjungan membuka peluang lebih besar bagi UMKM dan ekonomi daerah. Ia memperkirakan sekitar 20 ribu orang datang selama rangkaian Kobalorasi, dengan konsentrasi pengunjung terbesar terjadi pada malam penutupan.

"Luar biasa. Apalagi sampai 300 UMKM. Jadi setiap hari selama dibuka, perputaran uangnya banyak. Terlebih pada malam penutupan, ramai sekali masyarakat datang," kata Hidayat.

Keramaian tersebut juga menjadi modal penting bagi sektor pariwisata. Namun, tantangannya adalah memastikan besarnya jumlah pengunjung tidak berhenti hanya sebagai kerumunan sesaat, melainkan mampu dikonversi menjadi promosi destinasi dan peningkatan belanja wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Eko Kurniawan mengatakan Kobalorasi dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan karakter Koba secara lebih luas. Budaya, kuliner, produk UMKM, dan aktivitas masyarakat dapat dirangkai menjadi pengalaman wisata yang khas.

"Event ini menjadi bagian untuk mempromosikan pariwisata. Bukan hanya budaya, tetapi juga kulinernya, apalagi banyak sekali pelaku UMKM yang terlibat," ujar Eko.

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|