11 Update Terbaru Perang Timur Tengah: Sanksi Baru AS-Seruan Khamenei

10 hours ago 2
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Perang yang terus berlangsung di Timur Tengah memasuki fase yang makin kompleks, ditandai dengan kombinasi langkah militer, tekanan diplomatik, serta manuver ekonomi dari berbagai pihak yang terlibat.

Amerika Serikat, Iran, dan Israel terus beraksi dengan sejumlah perkembangan terbaru yang memperlihatkan eskalasi sekaligus upaya meredakan ketegangan.

Di tengah situasi tersebut, keputusan-keputusan strategis terus diambil, mulai dari penjualan senjata hingga penarikan pasukan dan pengenaan sanksi baru. Selain itu, dampak konflik juga mulai meluas ke sektor ekonomi global, termasuk harga minyak dan distribusi bantuan kemanusiaan.

Berikut adalah rangkaian perkembangan terbaru dalam perang di Timur Tengah sebagaimana dilansir dari AFP, Minggu (3/5/2026).

AS Setuju Penjualan Senjata ke Qatar dan Israel

Amerika Serikat menyatakan telah menyetujui penjualan rudal Patriot senilai US$4 miliar kepada sekutu Teluknya, Qatar, serta penjualan sistem persenjataan presisi kepada Israel senilai hampir US$1 miliar.

Kedua penjualan tersebut dinilai mendukung tujuan "kebijakan luar negeri dan keamanan nasional" Amerika Serikat, menurut Departemen Luar Negeri dalam serangkaian pemberitahuan kepada Kongres, di tengah konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah.

AS Tarik Pasukan dari Jerman

Pentagon menyatakan Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, telah memerintahkan penarikan sekitar 5.000 tentara dari Jerman dalam waktu satu tahun ke depan.

Pengumuman ini muncul setelah Presiden Donald Trump pekan ini mengancam akan menarik pasukan dari sekutu NATO tersebut di tengah perselisihan dengan kanselirnya, Friedrich Merz, terkait perang AS-Israel melawan Iran.

Trump Sebut Permusuhan di Iran Telah "Berakhir"

Trump mengatakan kepada para anggota parlemen senior AS bahwa permusuhan di Iran telah berakhir, setelah menghadapi tekanan dari Kongres untuk meminta otorisasi atas konflik yang memasuki bulan ketiga.

"Tidak ada pertukaran tembakan antara Pasukan Amerika Serikat dan Iran sejak 7 April 2026. Permusuhan yang dimulai pada 28 Februari 2026 telah berakhir," tulisnya dalam surat kepada Ketua DPR Mike Johnson dan Presiden sementara Senat Chuck Grassley.

Lebanon Sebut 13 Orang Tewas akibat Serangan Israel

Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan 13 orang tewas pada Jumat akibat serangan Israel di wilayah selatan negara itu, termasuk di sebuah kota yang sebelumnya telah mendapat perintah evakuasi dari militer Israel meski terdapat gencatan senjata.

Serangan di Habboush, lokasi yang mendapat peringatan evakuasi, menewaskan delapan orang dan melukai 21 lainnya. Serangan lain di Zrariyeh menewaskan empat orang dan melukai empat lainnya, menurut kementerian.

Kementerian juga melaporkan serangan di Ain Baal, dekat kota pesisir Tyre, menewaskan satu orang dan melukai tujuh lainnya.

14 tentara Iran Tewas dalam Operasi Penjinakan Bom

Sebanyak 14 tentara tewas pada Jumat saat menjalankan operasi penjinakan bahan peledak yang belum meledak di provinsi Zanjan, barat laut Iran, menurut laporan media lokal.

"Hari ini, selama salah satu misi tersebut, 14 dari pasukan berdedikasi ini gugur dan 2 lainnya terluka," lapor Fars News Agency, mengutip Garda Revolusi.

Pemimpin Iran Serukan "Perang Ekonomi"

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, mendesak rakyatnya untuk melancarkan perang ekonomi dan "mengecewakan" musuh-musuh negara itu, seiring dampak perang dengan AS dan Israel serta sanksi bertahun-tahun.

Dalam pernyataan tertulis, Khamenei juga menyerukan "memprioritaskan konsumsi barang produksi dalam negeri", serta mengatakan bahwa "pemilik usaha yang terdampak harus menghindari, sebisa mungkin, pemutusan hubungan kerja dan pemisahan tenaga kerja mereka."

Trump "Tidak Puas" dengan Proposal Iran

Trump mengatakan dirinya tidak puas dengan proposal terbaru Iran untuk pembicaraan damai, yang menurut kantor berita negara Iran, IRNA, disampaikan melalui mediator Pakistan.

"Saat ini, saya tidak puas dengan apa yang mereka tawarkan," ujarnya kepada wartawan. "Mereka meminta hal-hal yang tidak bisa saya setujui."

Rincian proposal tersebut belum dipublikasikan.

Sanksi Baru AS

Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi baru terhadap tiga perusahaan penukaran valuta asing Iran dalam upaya membendung aliran "urat nadi keuangan" Teheran.

Kapal induk AS Tinggalkan Teluk

Kapal induk USS Gerald R. Ford meninggalkan Timur Tengah setelah ikut serta dalam operasi terhadap Iran, kata seorang pejabat AS.

Dua kapal induk lainnya, USS Abraham Lincoln dan USS George H.W. Bush, termasuk di antara 20 kapal AS yang masih berada di kawasan tersebut.

Bantuan Pengungsi Terdampak

Badan pengungsi PBB, UNHCR, menyatakan perang telah menyebabkan lonjakan tarif pengiriman untuk bantuan kepada pengungsi di Timur Tengah dan Afrika.

Biaya meningkat hampir 18% karena pengiriman harus dialihkan akibat penutupan Selat Hormuz dan kemacetan pelabuhan, sehingga memicu keterlambatan distribusi bantuan.

Iran Terbuka untuk Dialog dengan AS

Kepala peradilan Iran, Gholamhossein Mohseni Ejei, mengatakan Teheran terbuka untuk pembicaraan dengan Amerika Serikat, namun tidak akan menerima apa yang ia sebut sebagai "pemaksaan" kebijakan di bawah ancaman.

"Republik Islam tidak pernah menghindar dari negosiasi... tetapi kami tentu tidak menerima pemaksaan," kata Ejei dalam video yang disiarkan situs Mizan Online milik lembaga peradilan.

(luc/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|