Jumali Kamis, 02 Juli 2026 16:47 WIB
Harianjogja.com, JOGJA— Timnas Inggris menemukan sumber motivasi baru dalam perjalanan mereka di Piala Dunia 2026. Bukan hanya berasal dari strategi pelatih atau ketajaman lini depan, tetapi juga dari lagu legendaris Wonderwall yang dibawakan grup musik Britania, Oasis.
Dilansir dari laman resmi FIFA, lagu yang dirilis pada 1995 tersebut kini menjelma menjadi simbol persatuan antara para pemain dan pendukung Inggris selama turnamen berlangsung. Setiap kali pertandingan usai, terutama setelah kemenangan penting, para pemain mendekati tribun suporter untuk menyanyikan Wonderwall bersama-sama.
Tradisi itu kembali terlihat setelah kemenangan dramatis Inggris atas RD Kongo dengan skor 2-1 di Atlanta. Seusai peluit panjang berbunyi, para pemain berkumpul di depan pendukung mereka dan menyanyikan lagu yang selama beberapa pekan terakhir identik dengan perjalanan The Three Lions di Amerika Utara.
Momen tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang memperkuat hubungan emosional antara tim dan publik Inggris yang telah lama menantikan gelar juara dunia kedua sejak keberhasilan bersejarah pada 1966.
Kapten Inggris, Harry Kane, mengaku tradisi tersebut menjadi salah satu pengalaman paling berkesan selama membela negaranya.
Menurut Kane, bernyanyi bersama ribuan suporter setelah pertandingan menciptakan perasaan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Ia melihat secara langsung bagaimana para penggemar memberikan dukungan penuh kepada tim dan bagaimana para pemain merasakan energi yang sama dari tribun.
Setelah kemenangan atas Kroasia sebelumnya, Kane bahkan menyebut momen menyanyikan Wonderwall sebagai salah satu pengalaman favoritnya selama mengenakan seragam Inggris.
Tidak hanya Kane yang merasakan dampaknya. Bek muda Inggris, Nico O'Reilly, menilai tradisi itu membantu membangun semangat kolektif tim.
Menurutnya, kemenangan sekecil apa pun layak dirayakan bersama pendukung. Kebersamaan tersebut menciptakan atmosfer positif yang dapat meningkatkan kepercayaan diri tim menghadapi pertandingan berikutnya.
Fenomena Wonderwall juga mendapat perhatian langsung dari personel Oasis. Noel Gallagher, pencipta lagu tersebut, mendukung penuh penggunaan Wonderwall sebagai lagu yang identik dengan Timnas Inggris selama Piala Dunia 2026.
Ia menyebut lagu tersebut sudah menjadi milik publik dan menghadirkan momen magis yang mempertemukan pemain serta suporter dalam satu perasaan yang sama.
Dukungan serupa datang dari saudaranya, Liam Gallagher, yang turut menunjukkan antusiasme terhadap perjalanan Inggris di turnamen kali ini.
Menariknya, lirik Wonderwall dianggap banyak pihak memiliki kemiripan dengan perjalanan Inggris di panggung dunia. Lagu tersebut menggambarkan harapan, keyakinan, dan sosok yang dipercaya mampu menjadi penyelamat di saat sulit.
Di mata para suporter, sosok itu saat ini adalah Harry Kane.
Penyerang andalan Inggris tersebut kembali menunjukkan perannya sebagai pemimpin tim setelah mencetak dua gol penting saat menghadapi RD Kongo. Ketajamannya membuat Kane kini semakin mengukuhkan status sebagai salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Inggris.
Akun resmi Timnas Inggris bahkan sempat mengaitkan Kane dengan salah satu lirik paling terkenal dari Wonderwall, yang menggambarkan sosok penyelamat bagi banyak orang.
Di tengah penantian panjang selama 60 tahun untuk kembali mengangkat trofi Piala Dunia, Inggris kini memiliki lebih dari sekadar ambisi. Mereka memiliki simbol persatuan yang menyatukan pemain, suporter, dan harapan sebuah bangsa.
Wonderwall mungkin hanya sebuah lagu, tetapi bagi Inggris di Piala Dunia 2026, lagu itu telah berubah menjadi sumber keyakinan bahwa mimpi besar mereka masih sangat mungkin menjadi kenyataan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































