Wisuda 435 Lulusan, Rektor ISI Jogja Tantang Seniman Tak Takut AI

3 hours ago 4

Wisuda 435 Lulusan, Rektor ISI Jogja Tantang Seniman Tak Takut AI Rektor ISI Jogja, Irwandi (berdiri kanan) saat mewisuda mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan di kampus setempat pada periode semester genap tahun akademik 2024/2025, Sabtu (7/3 - 2026). Dokumentasi Istimewa

Harianjogja.com, BANTUL—Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja resmi mewisuda sebanyak 435 mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan pada periode semester genap tahun akademik 2024/2025, Sabtu (7/3/2026).

Ratusan lulusan baru ini dipersiapkan untuk menjadi motor penggerak dalam ekosistem industri kreatif yang kini tengah berkembang pesat, baik di kancah nasional maupun persaingan global.

Rektor ISI Jogja, Irwandi, memerinci bahwa para wisudawan kali ini terdiri atas 392 lulusan program sarjana, 31 lulusan sarjana terapan (Diploma IV), delapan lulusan magister, serta empat lulusan program doktor.

“Secara keseluruhan terdapat 435 wisudawan yang diluluskan pada periode ini,” ungkap Irwandi saat memberikan sambutan di Bantul.

Jika menilik persebaran tiap fakultas, jumlah lulusan terbanyak berasal dari Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) dengan total 172 wisudawan. Posisi berikutnya ditempati oleh Fakultas Seni Pertunjukan yang meluluskan 146 orang, diikuti Fakultas Seni Media Rekam sebanyak 99 wisudawan, serta Program Pascasarjana yang melahirkan 12 lulusan baru.

Prestasi akademik yang gemilang juga mewarnai prosesi kali ini, di mana sebanyak 163 lulusan berhasil menyabet predikat cumlaude. Catatan indeks prestasi kumulatif (IPK) tertinggi pada jenjang magister diraih oleh Adinda Ayu Widur dari Prodi S2 Tata Kelola Seni dengan nilai 3,86. Sementara itu, pada strata satu, Luna Chantiaya Rushartono dari Prodi S1 Tata Kelola Seni meraih IPK hampir sempurna yakni 3,99, dan Faiza Zahwa Maharani dari Prodi D4 Animasi memimpin di jenjang sarjana terapan dengan IPK 3,92.

Irwandi optimistis bahwa para alumni memiliki peluang lebar untuk berkecimpung di sektor ekonomi kreatif yang menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Bidang-bidang strategis seperti film, animasi, gim, desain komunikasi visual (DKV), musik, hingga fotografi kini menjadi medan persaingan internasional yang menuntut inovasi tanpa henti.

Kemajuan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), dinilai telah mempercepat alur produksi dan memperluas jangkauan distribusi karya seni.

Namun, Rektor ISI Jogja tersebut menegaskan bahwa roh dari sebuah karya tetap bersumber pada kekuatan ide, kedalaman narasi, serta autentisitas identitas budaya yang diusung oleh sang seniman.

“Lulusan ISI Jogja memiliki modal kuat berupa kepekaan estetik, kemampuan konseptual, pengalaman riset dan penciptaan, serta jejaring kolaborasi lintas disiplin. Ini menjadi fondasi untuk melahirkan creative leader yang mampu membangun ekosistem kreatif,” tutur Irwandi menekankan pentingnya kepemimpinan kreatif di masa depan.

Ia berpesan agar para lulusan mampu mengadopsi teknologi AI secara etis, kritis, dan strategis sebagai alat bantu untuk menduniakan karya seni Indonesia.

Dengan kemampuan adaptasi yang tinggi, para alumni diharapkan tetap konsisten menghadirkan identitas nasional di tengah gempuran tren global agar industri kreatif tanah air semakin berdaulat dan dikenal luas di panggung internasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|