Para petugas kebersihan di kawasan Malioboro.
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kota Yogyakarta diprediksi kembali menjadi magnet wisatawan selama libur Lebaran 2026. Dengan kondisi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang disebut-sebut akan kedatangan sekitar 8,2 juta pemudik, lonjakan aktivitas wisata pun tak terelakkan. Kondisi ini berbanding lurus dengan potensi peningkatan volume sampah, terutama di kawasan-kawasan wisata favorit.
Mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menyiagakan 250 petugas kebersihan untuk menjaga kebersihan kota selama periode libur panjang Idul Fitri. "Kami menyiagakan petugas kebersihan selama masa libur panjang Lebaran," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Rajwan Taufiq, Sabtu (21/3/2026).
"Prediksi kami sampah yang banyak muncul adalah sampah organik basah seperti sisa makanan dan sayur karena biasanya saat Lebaran banyak kegiatan kumpul keluarga selain sampah di tempat wisata," ujarnya.
Ratusan petugas kebersihan yang terdiri dari petugas penyapu jalan, depo sampah, perindang jalan, dan tim reaksi cepat (TRC) Mas Jos itu akan dikerahkan untuk mengantisipasi timbunan sampah. Rajwan menyebut, ratusan petugas kebersihan itu akan siaga selama 24 jam penuh pada tanggal 18-24 Maret 2026 mendatang. Pihaknya juga menaruh atensi lebih terhadap titik-titik yang diprediksi menjadi pusat keramaian masyarakat dan wisatawan termasuk kawasan Malioboro.
"Sektornya terdiri dari kawasan Malioboro, Kranggan, Krasak, Gunungketur, Ngasem, Gading, Tungkak, dan Kotagede," ungkapnya.
Rajwan menyampaikan depo sampah akan libur tepat di hari raya Idul Fitri dan sehari setelahnya beroperasi normal. Karena itu, masyarakat diminta tidak membuang sampahnya sembarangan.
Dia juga mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar melaksanakan gerakan mudik dan Lebaran minim sampah. Lewat kebijakan tersebut masyarakat dan wisatawan diharapkan aktif berpartisipasi mengurangi timbulan sampah selama libur panjang. Upayanya dengan menggunakan wadah makan ataupun minum yang dapat digunakan ulang dan membawa kantong belanja kain serta menghindari penggunaan plastik sekali pakai dan styrofoam.
Selain itu, masyarakat dan wisatawan juga diminta membeli makanan secukupnya guna menghindari sisa makanan yang tidak termakan.

5 hours ago
3














































