Viral Warga Bandung Barat Disiksa Selama 25 Tahun di Timur Tengah dan Kesulitan Pulang

2 weeks ago 47

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Perjalanan Oneng Nurbayanti (51), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kampung Cangkuang, RT 04, RW 02, Desa Karanganyar, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, bekerja di luar negeri selama puluhan tahun hingga sulit kembali ke Tanah Air diceritakan anaknya, Eka Kania (28).

Dia menceritakan ibunya berangkat ke Kuwait tahun 2000 melalui jalur perusahaan penyalur tenaga kerja yang ternyata menurut Eka ilegal. Saat bekerja di Kuwait, ibunya diduga mengalami penyiksaan hingga sempat mencoba kabur.

"Saat bekerja di Kuwait, mama saya mengalami penyiksaan. Setelah kurang lebih tiga tahun bekerja, akhirnya mama saya kabur, tetapi kemudian ditangkap polisi. Saat itu mama diberi pilihan, tetap tinggal di Kuwait atau dipulangkan. Karena takut kembali mengalami penyiksaan, mama memilih tetap tinggal di sana," ungkap Eka saat dihubungi, Rabu (15/2026).

Di Kuwait, ungkap Eka, ibunya bertemu seorang laki-laki asal Mesir yang mengajaknya menikah dengan iming-iming akan dipulangkan ke Indonesia. Korban yang percaya akhirnya menikah secara siri dan dibawa ke Mesir. Di sana, keluarga menduga Oneng kembali mengalami penyiksaan dan janji dipulangkan ke Tanah Air tidak ditepati.

"Ternyata mama dibohongi. Janjinya akan dipulangkan ke Indonesia setelah menikah, tetapi kenyataannya tidak. Mama justru dijadikan seperti budak oleh suaminya. Mama sangat sulit berkomunikasi dengan keluarga. Kalau ketahuan memegang telepon atau mencoba menghubungi kami, mama langsung disiksa oleh suaminya," beber dia. 

Ibunya, kata Eka, sempat berhasil kabur namun kebingungan karena tidak memiliki identitas seperti paspor dan visa yang menurutnya ditahan suami sirinya. Sekitar tiga hari lalu, kata dia, ada informasi ibunya berada di Uni Emirat Arab (UEA). Eka berharap pemerintah bisa memulangkan ibunya.

"Baru sekitar tiga hari yang lalu, anak mama yang berada di Mesir menelepon saya. Dia mengatakan bahwa mama sedang berada di UEA. Jadi saya mencoba meminta bantuan dengan membuat video di TikTok dan menyampaikan persoalan ini kepada Pak Dedi Mulyadi, mudah-mudahan mama bisa segera dibantu," kata Eka.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|