Turki Bantu Kirim Senjata ke Iran?

3 hours ago 1

Drone kamikaze Shahed 136 dipamerkan saat pawai tahunan menandai Revolusi Islam 1979 di Lapangan Azadi di Teheran, Iran, Rabu (11/2/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Kantor kepresidenan Turki membantah laporan tentang dugaan pengiriman senjata ke Iran. Bahkan, laporan ini disebut sebagai kampanye hitam.

"Laporan yang muncul di beberapa akun media sosial dan situs disinformasi, yang mengklaim bahwa 'Turki memasok Iran dengan rudal anti-pesawat modern dan rudal drone, dan bahwa jet tempur F-15 Amerika yang jatuh diduga terkena sistem pertahanan udara portabel Turki', itu sepenuhnya salah dan tidak benar," kata Pusat Pemberantasan Disinformasi (DMM) di direktorat komunikasi kantor kepresidenan Turki dalam sebuah pernyataan, Ahad (5/4/2026).

Turki menyatakan bahwa klaim palsu tersebut, yang sumbernya jelas terlihat, adalah serangan perang psikologis yang disengaja. Ini juga bentuk propaganda hitam untuk melemahkan peran konstruktif Turki dalam krisis regional sekaligus upaya yang berorientasi pada perdamaian dan diplomasi.

"Turki menunjukkan sikap yang didasarkan pada pemeliharaan perdamaian dan stabilitas dalam semua proses di kawasan ini. Operasi informasi yang bertujuan untuk melemahkan keberhasilan diplomatik negara kami yang diakui secara global tersebut bertujuan untuk menyesatkan komunitas internasional," demikian pernyataan kantor kepresidenan Turki itu.

Pemerintah Turki menyerukan agar masyarakat tidak mempercayai "kampanye informasi kotor" semacam itu, yang bertujuan memanipulasi opini publik dan merusak keseimbangan yang rapuh di kawasan tersebut. 

sumber : Antara / Sputnik

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|