BNPB prioritizes logistics for remote islands after North Maluku quake.
REPUBLIKA.CO.ID, TERNATE, – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memfokuskan upaya pada pemenuhan kebutuhan logistik di daerah-daerah terpencil seperti Pulau Mayau dan Tifure di Maluku Utara setelah gempa bumi yang terjadi pada Kamis (2 April).
Menurut Direktur Penanganan Daerah Wilayah I BNPB, Agus Riyanto, pihaknya telah berkoordinasi untuk mengerahkan kapal SAR negara guna mendukung distribusi logistik. Bantuan pemulihan trauma juga disediakan oleh Dinas Sosial dengan dukungan dari TNI dan Polisi.
Pemerintah pusat menegaskan kesiapan untuk mendukung penuh masa tanggap darurat di Maluku Utara. BNPB juga menekankan bahwa mekanisme perbaikan rumah yang rusak akibat bencana alam akan diproses sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Kerusakan dan Dampak Gempa
Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, sebelumnya menekankan pentingnya langkah cepat dan terpadu dalam merespons dampak gempa berkekuatan 7,6 Magnitudo yang mengguncang wilayah tersebut pada 2 April. Gempa tersebut mempengaruhi empat kabupaten dan dua kota, meliputi 27 kecamatan dan 46 desa, termasuk Kota Ternate dan Tidore serta Kabupaten Halmahera Barat, Halmahera Utara, Halmahera Tengah, dan Halmahera Selatan.
Berdasarkan data awal, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, namun satu orang mengalami luka ringan. Sekitar dua ribu orang terdampak, dengan 1.107 individu atau 113 kepala keluarga masih bertahan di tempat penampungan pengungsian. Kerusakan infrastruktur fisik meliputi 99 rumah rusak berat, 66 rusak sedang, dan 139 rusak ringan.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

2 hours ago
1

















































