Presiden AS Donald J Trump menyampaikan pidato kenegaraan pada sesi gabungan Kongres di House Chamber of the US Capitol di Washington, DC, AS, 24 Februari 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden AS Donald Trump mengaku akan merasa terhormat untuk bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei. Ia bersiap untuk bertemu Khamenei jika kesepakatan tercapai antara kedua negara.
"Saya tidak ingin bertemu, tetapi jika saya bertemu, saya akan merasa terhormat untuk bertemu dengannya," kata Trump ketika ditanya tentang kemungkinan pertemuan dengan pemimpin Iran tersebut.
Ayah yang juga pendahulu Mojtaba, Ali Khamenei, terbunuh di awal perang AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Pembunuhan itu merupakan persengkokolan antara AS-Israel.
"Saya ingin melihat apakah kita mencapai kesepakatan, tetapi jika kita mencapai kesepakatan, ada kemungkinan saya akan bertemu dengannya," tambahnya.
Mojtaba Khamenei, seorang ulama Islam berusia 54 tahun, diangkat menjadi pemimpin tertinggi di Iran setelah ayahnya tewas dalam serangan AS-Israel.
Pemimpin AS tersebut mencatat bahwa meskipun pasukan Amerika dan Israel menargetkan beberapa anggota keluarganya, ia mengharapkan Khamenei untuk bersikap "profesional."
"Kami membunuh ayahnya, istrinya, dan putranya, jadi mungkin saya bukan orang favoritnya... [Tetapi] di beberapa kalangan, dia sebenarnya memiliki reputasi yang sangat baik," kata Trump.

1 week ago
27











































