Trump Beri Iran Kesempatan Terakhir sebelum Opsi Militer

2 hours ago 2

Newswire

Newswire Selasa, 04 Agustus 2026 12:07 WIB

Trump Beri Iran Kesempatan Terakhir sebelum Opsi Militer

Presiden Ameriksa Serikat (AS), Donald Trump. /Reuters-Jonathan Ernst

Harianjogja.com, WASHINGTON—Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan masih membuka peluang bagi Iran untuk mencapai kesepakatan sebelum Washington mengambil tindakan militer yang lebih keras. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terkait situasi di Selat Hormuz.

Trump menegaskan pemerintahannya tetap memberikan kesempatan terakhir kepada Teheran, meski rencana tindakan militer terhadap kepemimpinan Iran masih dipertahankan.

"Saya ingin memberi mereka setiap kesempatan terakhir sebelum tindakan militer yang menargetkan kepemimpinan mereka. Sangat sulit melakukan apa yang telah kami rencanakan, yang masih tetap direncanakan," kata Trump kepada para wartawan, Senin.

Ia mengakui keputusan tersebut bukan langkah yang mudah, tetapi menurutnya peluang penyelesaian tetap diberikan.

"Kita lihat saja apa yang akan terjadi, tetapi itu adalah hal yang sangat, sangat berat untuk dilakukan. Saya sangat bangga karena saya akan memberi banyak pihak sebuah kesempatan," ujarnya.

Ketegangan AS-Iran Kembali Memanas

Pernyataan Trump muncul setelah hubungan Washington dan Teheran kembali memburuk meski kedua negara sempat menandatangani nota kesepahaman pada 18 Juni untuk mengakhiri konflik yang dimulai pada 28 Februari.

Situasi berubah pada 8 Juli ketika Trump menyatakan gencatan senjata tersebut tidak lagi berlaku. Setelah itu, pasukan Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran.

Menurut Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), operasi militer tersebut merupakan respons atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Pada 12 Juli, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga campur tangan Amerika Serikat di kawasan tersebut dihentikan.

Sehari kemudian, Trump menyatakan Amerika Serikat akan menjadi "penjaga" Selat Hormuz sekaligus kembali memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Trump Sebut AS yang Akan Pungut Biaya di Selat Hormuz

Dalam pernyataan terpisah, Trump mengatakan Amerika Serikat tidak akan membiarkan Iran mengenakan biaya terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Ia bahkan mengeklaim Washington akan menjadi pihak yang memungut biaya tersebut.

"Harus begitu. Saya tidak akan membiarkan mereka mengenakan biaya. Jika ada pihak yang akan mengenakan biaya, kami yang akan melakukannya," kata Trump kepada wartawan, Senin.

Pernyataan itu disampaikan ketika Trump menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan Iran kembali membuka akses pelayaran bebas sepenuhnya di jalur strategis tersebut.

Trump kembali mengingatkan bahwa Washington dan Teheran sempat menandatangani nota kesepahaman pada 18 Juni untuk mengakhiri konflik yang dimulai sejak 28 Februari. Namun, menurutnya, gencatan senjata itu dinyatakan tidak lagi berlaku pada 8 Juli.

Sejak saat itu, militer Amerika Serikat melancarkan beberapa gelombang serangan terhadap Iran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|