TPR Baron Gunungkidul Terapkan Pembayaran Cashless 12 Mei

57 minutes ago 3

TPR Baron Gunungkidul Terapkan Pembayaran Cashless 12 Mei

Foto ilustrasi Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) pantai, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul mulai menerapkan sistem pembayaran non tunai atau cashless di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Baron mulai Selasa (12/5/2026). Kebijakan ini disiapkan untuk meminimalkan kebocoran retribusi sekaligus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

Sekretaris Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Eko Nur Cahyo, mengatakan penerapan sistem pembayaran cashless sebenarnya telah diuji coba sejak 6 Mei 2026. Selama masa uji coba tersebut, pelaksanaan pembayaran non tunai di TPR Baron dinilai berjalan cukup lancar.

“Sudah mulai diujicoba sejak 6 Mei lalu hingga sekarang. Rencananya, mulai diterapkan penuh pada 12 Mei besok,” kata Eko Nur Cahyo, Minggu (10/5/2026).

Menurut Eko, hasil evaluasi sementara menunjukkan sebagian besar wisatawan sudah siap menggunakan sistem pembayaran digital. Ia menyebut sekitar 80% pengunjung telah terbiasa melakukan transaksi secara online saat masuk kawasan wisata Pantai Baron.

“Untuk yang 20% masih belum siap, tapi kami terus berupaya memaksimalkan kebijakan non tunai di TPR,” katanya.

Guna mendukung implementasi sistem cashless tersebut, Dinas Pariwisata Gunungkidul bekerja sama dengan Bank BPD DIY menyediakan sebanyak 16 mesin Mobile Point of Sales (MPOS). Pengunjung nantinya dapat melakukan pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) maupun kartu uang elektronik atau e-money.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan kartu e-money bagi calon wisatawan yang belum memilikinya. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi antrean maupun kemacetan kendaraan apabila pengunjung harus kembali menuju TPR lain yang masih melayani pembayaran tunai.

“Makanya akan disediakan kartu e-money untuk pengunjung sehingga lebih cepat karena tidak harus putar balik,” ujar Eko.

Ia optimistis penerapan pembayaran 100% non tunai di TPR Baron dapat berjalan lancar karena didukung jaringan internet yang stabil. Menurutnya, kawasan TPR Baron tidak termasuk wilayah blank spot sehingga sistem pembayaran digital dapat digunakan tanpa kendala berarti.

“TPR Baron tidak masuk zona blank spot sehingga tidak ada masalah untuk penerapan pembayaran secara non tunai,” katanya.

Eko menambahkan, kebijakan cashless di TPR Baron merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk meningkatkan optimalisasi PAD sektor pariwisata sekaligus menekan potensi kebocoran retribusi wisata.

“Kalau di TPR Baron sukses, maka bisa menyusul ke TPR-TPR lainnya,” ujar Eko.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Hary Sukmono, menilai kelompok usia muda relatif tidak mengalami kendala dalam penggunaan pembayaran digital. Menurutnya, sebagian besar pengunjung muda sudah terbiasa memakai QRIS maupun aplikasi pembayaran online lainnya melalui telepon genggam.

“Yang jadi catatan memang untuk pengunjung di atas usia 50 tahun ke atas karena masih banyak yang tidak memiliki aplikasi non tunai. Tapi, kami tetap berupaya agar kebijakan cashless di TPR Baron bisa berjalan dengan lancar,” katanya.

Hary memastikan sistem pembayaran online saat ini baru diberlakukan di TPR Baron dan belum diterapkan di pintu retribusi wisata lainnya di Gunungkidul. Oleh karena itu, wisatawan yang masih ingin menggunakan pembayaran tunai masih dapat masuk melalui TPR lain terdekat.

“Ya kalau paling dekat dari Baron adalah TPR JJLS. Aksesnya bisa lewat traffic light di perempatan Baron [sebelum TPR Baron] ke kanan,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|