TikTok Buka Suara soal PHK Tokopedia, Sebut Demi Efisiensi

13 hours ago 10

Harianjogja.com, JAKARTA—TikTok akhirnya angkat bicara terkait kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang berdampak pada sejumlah karyawan Tokopedia setelah integrasi operasional kedua perusahaan. Manajemen menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari strategi penataan organisasi untuk meningkatkan efisiensi jangka panjang sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem kreator, merchant, dan pelaku usaha lokal di Indonesia.

Penjelasan itu disampaikan setelah isu PHK Tokopedia ramai diperbincangkan di media sosial. Informasi tersebut bermula dari unggahan salah satu akun komunitas industri teknologi yang menyebut adanya dugaan pengurangan karyawan secara besar-besaran di sejumlah divisi, mulai dari keuangan, teknologi, riset dan pengembangan (research and development/R&D), hingga tim trust and safety.

Isu tersebut juga dikaitkan dengan kehadiran platform Tokopedia Lite yang disebut-sebut telah mengintegrasikan sistem backend milik TikTok Shop, sementara tampilan depan (front-end) tetap mempertahankan identitas Tokopedia.

Menanggapi kabar tersebut, Manajemen TikTok menegaskan restrukturisasi dilakukan semata-mata untuk mendukung keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang. Perusahaan kini berfokus menyelaraskan pembagian tugas antartim agar pengembangan produk berjalan lebih efektif, efisien, dan mampu mengikuti kebutuhan pasar yang terus berkembang. Hingga kini, jumlah karyawan yang terdampak kebijakan tersebut belum diungkapkan.

"Ini bukan keputusan yang mudah, dan kami fokus untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekan kami yang terdampak selama masa transisi ini," kata Manajemen TikTok kepada Bisnis, Kamis (2/7/2026).

Kebijakan PHK tersebut merupakan bagian dari proses konsolidasi operasional setelah TikTok menyelesaikan akuisisi saham Tokopedia dengan nilai lebih dari US$1,5 miliar atau sekitar Rp22,5 triliun hingga Rp23,5 triliun. Melalui transaksi tersebut, ByteDance sebagai induk usaha resmi menguasai 75,01% saham Tokopedia, sedangkan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) tetap memiliki 24,99% saham.

Gelombang efisiensi ini bukan kali pertama dilakukan sejak proses akuisisi berlangsung. Pada Juni 2024, beberapa bulan setelah transaksi selesai, ByteDance memangkas sekitar 450 karyawan atau sekitar 9% dari total tenaga kerja gabungan TikTok Shop dan Tokopedia. Saat itu, perusahaan menyatakan langkah tersebut dilakukan untuk menghapus fungsi atau jabatan yang tumpang tindih akibat penggabungan operasional kedua perusahaan.

Selanjutnya, pada periode Juli hingga Agustus 2025, ByteDance kembali melakukan efisiensi secara bertahap yang dilaporkan berdampak pada sekitar 420 karyawan. Pengurangan tenaga kerja saat itu menyasar divisi teknologi informasi (IT), layanan pelanggan (customer care), hingga pemenuhan pesanan (fulfillment).

Dampak dari kebijakan tersebut juga berujung pada penghentian layanan gudang titip barang Tokopedia yang sebelumnya dikenal sebagai Dilayani Tokopedia, sementara restrukturisasi yang kini dilakukan kembali menjadi bagian dari penyesuaian organisasi pasca-integrasi TikTok dan Tokopedia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|