Jumali Selasa, 23 Juni 2026 08:57 WIB

Tantri Syalindri Ichlasari/Instagram
Harianjogja.com, JOGJA— Vokalis grup band Kotak, Tantri Syalindri Ichlasari, mengaku menjadi korban dugaan penipuan yang dilakukan oleh seseorang yang selama ini ia kenal sebagai teman dekat. Pengakuan tersebut disampaikan melalui unggahan Instagram Story pada Senin (22/6/2026), sekaligus menjadi upaya mencari keberadaan pihak yang disebut telah menghilang selama beberapa hari terakhir.
Tantri mengungkapkan bahwa hingga lebih dari tiga hari terakhir dirinya tidak dapat berkomunikasi dengan sosok yang diduga terlibat dalam perkara tersebut. Menurutnya, tidak ada itikad baik dari pihak yang bersangkutan untuk memberikan penjelasan ataupun menemui para korban.
"Benar, aku lagi kena penipuan teman sendiri karena sudah 3x24 jam dia menghilang dan enggak ada iktikad baik buat ketemu," tulis Tantri dalam unggahannya.

Meski demikian, Tantri mengaku belum siap menjelaskan seluruh kronologi secara rinci kepada publik. Saat ini ia masih berupaya mengumpulkan informasi terkait keberadaan perempuan bernama Poppy Nupitasari yang disebut dalam unggahannya.
"Detailnya aku belum sanggup energi untuk cerita, aku lagi ploting energi dulu. Energi yang aku pakai sekarang cari tau di mana keberadaan Poppy Nupitasari," tulisnya.
Dalam unggahan tersebut, Tantri bahkan menyertakan foto perempuan yang disebutnya sebagai pihak yang dicari. Ia juga meminta bantuan masyarakat apabila memiliki informasi terkait keberadaan orang tersebut.
Menurut Tantri, dirinya bukan satu-satunya korban dalam kasus ini. Ia menyebut terdapat sejumlah orang lain yang turut mengalami kerugian akibat dugaan tindakan serupa.
Nilai kerugian yang disebutkan pun tidak sedikit. Jika diakumulasi dari seluruh korban, jumlahnya diklaim mendekati Rp10 miliar.
"Please sosmed do your magic, yang ketipu bukan hanya aku, melainkan banyak orang yang ditotal-total hampir 10 M," ungkapnya.
Selain kerugian materi, Tantri mengaku merasakan kekecewaan mendalam karena peristiwa tersebut melibatkan orang yang selama ini dipercaya sebagai teman.
"Patah hati banget, kirain beneran mau jadi teman, ternyata cuma manfaatin doang," tulisnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa berbagai upaya komunikasi yang dilakukan belum membuahkan hasil. Menurut Tantri, akun media sosial maupun nomor telepon yang biasa digunakan pihak terkait sudah tidak aktif.
Di tengah kekecewaan tersebut, Tantri menyatakan para korban sebenarnya telah mengumpulkan berbagai bukti yang diperlukan apabila kasus ini dibawa ke jalur hukum. Namun, hingga saat ini ia masih membuka ruang penyelesaian secara baik-baik.
"Jelas korban dan buktinya sudah kekumpul semua, tapi aku masih pengin ketemu sebelum masuk jalur hukum yang sudah pasti bisa menjarain kami," jelasnya.
Tantri juga menyoroti dampak yang dialami para korban lain. Ia menyebut sebagian dana yang diduga ikut hilang berasal dari tabungan untuk kebutuhan penting keluarga, termasuk biaya pengobatan dan pendidikan anak.
"Aku kepikiran 3 anak kamu, tapi kalau dipikir-pikir kamu juga nggak mikirin nasib korban yang harus taruh tabungannya untuk biaya pengobatan kanker, taru tabungan anak-anak buat diputerin," tulisnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait laporan atas dugaan kasus tersebut. Belum diketahui pula apakah Tantri bersama para korban lain telah menempuh langkah hukum atau masih mengupayakan penyelesaian di luar pengadilan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































