Ilustrasi Kiamat.
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Banyaknya kematian, turunnya hujan yang dahsyat, dan bencana alam seperti gempa disebut sebagai rangkaian tanda Kiamat Wustha yang telah diingatkan Rasulullah SAW. Dalam sejumlah hadits, Nabi Muhammad SAW menggambarkan kondisi akhir zaman ketika manusia dikejutkan oleh kematian yang datang silih berganti dan fenomena alam yang melampaui kemampuan manusia untuk menghadapinya.
Rasulullah SAW bersabda, "Akan terjadi banyak kematian mendekati terjadinya kiamat. Sehingga di pagi hari suatu kaum bertanya, 'Siapa yang mati tadi malam?' Mereka menjawab, 'Si fulan dan si fulan telah mati'." (HR Imam Al-Hakim dalam Al-Mustadrak)
Rasulullah SAW bersabda, "Kiamat tidak akan terjadi hingga manusia diguyur hujan yang rumah-rumah tembok tak dapat terlindung darinya dan tak ada yang dapat terlindung darinya kecuali kemah-kemah yang berada di padang pasir." (HR Imam Ahmad)
Rumah-rumah tembok di sini dapat diartikan sebagai rumah-rumah yang terbuat dari batu dan lepa (campuran kapur, semen, pasir untuk melekatkan batu bata).
Syekh Mahir Ahmad Ash-Shuffi dalam bukunya Asyratus sa'ah al-hasyru wa qiyamus sa'ah menerangkan bahwa pada akhir zaman kelak akan terjadi hujan, sehingga rumah-rumah yang terbuat dari batu dan lepa tidak mampu bertahan melawannya. Sementara itu, kemah-kemah mampu bertahan melawannya. Sebab, ia tidak memiliki bangunan, namun lentur karena terbuat dari kain.
Adapun rumah-rumah yang terbuat dari batu dan lepa, ia akan terbebani dengan air, hingga akhirnya roboh dikarenakan keropos dan tak mampu bertahan. Wallahu a'lam.

1 month ago
26















































