Kondisi tanah ambles yang terjadi di dalam rumah milik warga Padukuhan Bolang, Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul.
REPUBLIKA.CO.ID, GUNUNGKIDUL - Tanah ambles sedalam sekitar tiga meter terjadi di dalam rumah milik warga Padukuhan Bolang, Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul. Amblesan berada tepat di bawah bangunan rumah dan membentuk rongga besar, sehingga pemilik rumah terpaksa harus mengungsi demi keselamatan.
Saat dihubungi, Lurah Girikarto, Sumardiyono, mengatakan peristiwa tersebut menimpa rumah milik Sujanto. Lubang ambles pertama kali diketahui pada Rabu pagi saat pemilik rumah membersihkan area bangunan.
Awalnya, amblesan tidak langsung terlihat karena terjadi di bawah lantai rumah. Amblesan baru benar-benar diketahui setelah warga melakukan pembongkaran sebagian bangunan pada Kamis (9/1/2026). Kecurigaan muncul ketika pemilik rumah melihat pondasi di bagian belakang rumah tampak turun dan membentuk lubang kecil. Setelah dicek lebih lanjut, lantai di area dapur dan kamar mandi terasa tidak rata dan mengeluarkan bunyi kosong saat diinjak.
"Amblesannya itu berada di dalam dan di bawah lantai rumah. Setelah menjebol keramik dapur serta kamar mandi, baru terlihat rongga besar dengan luas sekitar tiga meter persegi," kata Sumardiyono saat dihubungi Republika, Senin (12/1/2026).
Sumardiyono menyampaikan kedalaman amblesan itu mencapai lebih dari tiga meter. Kondisi tersebut diperparah karena rumah dibangun di kawasan genangan air dan menggunakan tanah urukan.
"Setelah keramik dipukul dan dibuat lubang, baru terlihat ternyata di bawahnya ada rongga besar. Diameter amblesannya sekitar empat meter persegi dengan kedalaman kurang lebih tiga meter," ujarnya.
"Tanahnya tanah timbunan. (Beberapa hari lalu hujan deras -Red), mungkin saat air menggenang lama, daya dukung tanah berkurang sehingga urukan ikut tertarik ke bawah," kata dia menambahkan.

1 month ago
4

















































