Takbir Keliling Disekat, Malioboro Dipastikan Steril

9 hours ago 2

Harianjogja.com, JOGJA - Polresta Jogja menyiapkan skema pengamanan berlapis pada penyelenggaraan malam takbiran keliling pada Kamis (19/3/2026).

Sebanyak 15 titik penyekatan disebar di pintu masuk Kota Jogja untuk mengantisipasi masuknya rombongan takbir keliling dari luar daerah. Kabagops Polresta Jogja, Kompol Sumanto, mengatakan penyekatan difokuskan di perbatasan wilayah seperti dari arah Sleman, Bantul, hingga Kulonprogo. Langkah ini untuk memastikan arus takbir keliling tidak masuk ke jalur utama daerah ini. “Terutama untuk kawasan Malioboro, dipastikan nihil rombongan takbir keliling yang masuk. Ini bagian dari antisipasi kami di ring luar,” ujar Sumanto, Kamis (19/3/2026).

Selain penyekatan di perbatasan, pengamanan juga dilakukan secara berlapis di dalam kota. Satlantas Polresta Jogja akan mengatur lalu lintas dengan sistem pengamanan berjenjang, termasuk membatasi akses menuju Malioboro.
Petugas juga akan menindak rombongan takbir keliling yang tidak memiliki pemberitahuan resmi ke kepolisian. Pendekatan humanis tetap dikedepankan, tetapi penindakan akan dilakukan jika imbauan tidak diindahkan. “Kalau tidak ada pemberitahuan dan tetap memaksa, akan kami pulangkan. Jika masih ngotot, tentu ada tindakan kepolisian,” ujarnya.

Di sisi lain, kepolisian telah mendata sedikitnya enam titik kegiatan takbir yang resmi terdaftar. Beberapa di antaranya berada di kawasan Gondomanan dengan pusat kegiatan di Masjid Gedhe Kauman, serta sejumlah titik lain seperti Notoprajan dan Ngabean.
Rekayasa lalu lintas juga disiapkan secara situasional, terutama di ruas Jalan Ahmad Dahlan dan simpang Ngabean. Arus kendaraan akan dialihkan ke utara atau selatan jika terjadi kepadatan. Pengalihan juga akan dilakukan di kawasan Gondomanan guna menghindari penumpukan massa di sekitar masjid.

Sumanto menambahkan potensi gangguan justru kerap muncul setelah kegiatan takbir resmi berakhir. Oleh karena itu, patroli gabungan dari Sabhara, Lantas, dan Reskrim akan digencarkan untuk mengantisipasi gesekan antar kelompok dengan total 769 personel yang dikerahkan. “Yang rawan biasanya setelah kegiatan selesai. Kami antisipasi dengan patroli, agar tidak terjadi keributan yang dipicu hal sepele,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|