SUV China Ini Terbang 20 Meter dan Tetap Utuh

7 hours ago 2

Jumali

Jumali Selasa, 26 Mei 2026 19:07 WIB

SUV China Ini Terbang 20 Meter dan Tetap Utuh

SUV mewah asal Tiongkok, Voyah Taishan X8/ Tangkapan layar

Harianjogja.com, JOGJA—SUV mewah asal Tiongkok, Voyah Taishan X8, mendadak jadi sorotan setelah video uji ekstrem yang memperlihatkan mobil itu melompat sejauh 20,2 meter viral di media sosial.

Di balik aksi dramatis tersebut, pabrikan mencoba menunjukkan satu pesan penting kepada pasar global bahwa mobil listrik modern dirancang untuk bertahan bahkan dalam benturan paling brutal.

Dalam video yang diunggah kanal YouTube CarsForLife, kendaraan berbobot hampir tiga ton itu terlihat melompat sejauh 20,2 meter sebelum menghantam permukaan tanah dalam sebuah simulasi benturan ekstrem.

Pengujian tersebut dilakukan tidak lama setelah Voyah Taishan X8 resmi diluncurkan di Tiongkok pada 22 Mei 2026. Mobil lima penumpang itu dipasarkan mulai kisaran Rp650 jutaan dan langsung menarik perhatian karena membawa teknologi hybrid pintar serta sistem keselamatan berlapis yang ditujukan untuk menembus pasar global.

Dalam pengujian itu, tim teknik menyiapkan ramp peluncur sepanjang 15,6 meter dengan lebar 4,5 meter. SUV seberat 2.790 kilogram tersebut dipacu hingga menyentuh kecepatan 100 kilometer per jam sebelum melayang selama 0,72 detik di udara.

Benturan keras terjadi saat mobil kembali menghantam tanah. Tim pengukur mencatat gaya benturan mencapai 22.999 kilogram atau setara lebih dari 50.000 pon tekanan. Meski terdengar ekstrem, hasil akhirnya justru menjadi sorotan utama karena struktur utama kendaraan tetap bertahan.

Beberapa panel interior memang terlihat terlepas akibat tekanan besar saat pendaratan. Suspensi kendaraan juga disebut mencapai batas maksimal atau bottomed out. Namun, struktur monokok kendaraan tetap utuh tanpa deformasi besar pada pilar A, B, maupun C.

Hal yang paling mendapat perhatian adalah kondisi baterai. Paket baterai 65 kWh yang terpasang di bawah lantai kendaraan dilaporkan tidak mengalami kebocoran maupun kerusakan struktural setelah benturan keras tersebut. Bahkan seluruh pintu kendaraan masih dapat dibuka dan ditutup normal sesudah pengujian selesai dilakukan.

Bagi masyarakat yang masih ragu menggunakan mobil listrik karena isu keamanan baterai atau risiko kebakaran saat kecelakaan, pengujian semacam ini menjadi cara baru pabrikan untuk membangun kepercayaan pasar. Dalam beberapa tahun terakhir, produsen otomotif Tiongkok memang semakin agresif menunjukkan kemampuan teknologi mereka melalui berbagai demonstrasi ekstrem.

Voyah sendiri tampaknya ingin memperlihatkan bahwa kendaraan elektrifikasi modern tidak hanya mengejar jarak tempuh dan fitur digital, tetapi juga ketahanan struktur dalam kondisi terburuk. Strategi tersebut dinilai penting karena pasar global masih menyimpan skeptisisme terhadap kualitas kendaraan buatan Tiongkok.

Persaingan industri otomotif global juga menjadi latar penting di balik viralnya pengujian tersebut. Sejumlah merek otomotif asal Tiongkok kini mulai menggeser dominasi produsen tradisional asal Jepang dan Amerika Serikat di beberapa negara, termasuk di Inggris. Kehadiran SUV dengan teknologi canggih dan harga kompetitif membuat produsen Tiongkok semakin sulit diabaikan.

Voyah Taishan X8 dibekali sistem hybrid pintar Lanhai dengan baterai 65 kWh. Mobil ini diklaim mampu menempuh jarak listrik murni hingga 370 kilometer berdasarkan standar CLTC dan total jarak tempuh mencapai 1.506 kilometer. SUV tersebut juga memiliki panjang 5,2 meter dengan jarak sumbu roda 3.091 mm, sistem kemudi semua roda, serta sensor LiDAR Huawei untuk mendukung fitur bantuan pengemudi tingkat lanjut.

Pengujian ekstrem seperti lompatan dari ramp raksasa memang tidak akan ditemui dalam penggunaan sehari-hari. Namun bagi industri otomotif, metode seperti itu dipakai untuk mencari titik lemah kendaraan sebelum menghadapi kecelakaan nyata di jalan raya. Dari hasil uji tersebut, Voyah mencoba menunjukkan bahwa perlindungan struktur dan keamanan baterai tetap terjaga bahkan saat kendaraan menghadapi skenario benturan paling berat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|