REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON— Dalam sebuah pemandangan yang tidak biasa bagi jutaan penonton, Djed Spence berlutut di atas lapangan sambil mengangkat kedua tangannya ke langit sebagai ungkapan syukur kepada Allah setelah kemenangan dramatis Inggris atas Norwegia pada perempat final turnamen, 11 Juli lalu.
Kemenangan tersebut membuka jalan bagi laga bersejarah melawan rival klasik mereka, Argentina, di semifinal.
Perjalanan Spence dalam turnamen ini tidaklah biasa. Ia tampil dengan mengenakan pelindung wajah berbahan serat karbon setelah mengalami patah rahang saat pertandingan melawan Chelsea pada Mei 2026.
Meski awalnya hanya dimainkan sebagai pemain pengganti, bek muda itu mampu menjawab tantangan pelatih dan akhirnya mengukuhkan diri sebagai pemain inti di lini pertahanan.
“Menjadi pemain Muslim pertama yang membela tim nasional Inggris sangat berarti bagi saya. Ini adalah impian sejak kecil. Namun yang paling membahagiakan adalah anak-anak dapat melihat dan mengambil inspirasi dari hal itu. Saya merasa ini bukan hanya tentang diri saya, melainkan sebuah warisan yang indah bagi generasi mendatang,” ujar Spence, dikutip dari Aljazeera, Kamis (16/7/2026).
Sujud syukur yang ia lakukan seusai kemenangan atas Norwegia menjadi simbol yang menyentuh banyak kalangan.
Di tengah banyaknya pemain Muslim yang telah lama menghiasi tim nasional Jerman, Prancis, maupun Spanyol, Inggris relatif terlambat memiliki representasi serupa di level tertinggi.
Zain Gondal (23 tahun), seorang pendukung timnas Inggris asal London, mengaku semakin mengagumi Spence setelah mengetahui bahwa ia seorang Muslim.

2 weeks ago
51
















































