Striker Vietnam Protes Market Value Vietnam, Indonesia Termahal di AFF

6 hours ago 4

Striker Vietnam Protes Market Value Vietnam, Indonesia Termahal di AFF

Nguyen Xuan Son atau Rafaelson Bezerra Fernandes. (Nomor 12)/Instagram: aseanutdfc

Harianjogja.com, JOGJA— Status Timnas Indonesia sebagai skuad dengan nilai pasar tertinggi di Piala AFF 2026 memicu perbincangan di kalangan pencinta sepak bola Asia Tenggara. Data Transfermarkt yang menempatkan Skuad Garuda di posisi teratas bahkan mendapat respons langsung dari striker naturalisasi Vietnam, Nguyen Xuan Son atau yang lebih dikenal sebagai Rafaelson Bezerra Fernandes.

Penyerang kelahiran Brasil tersebut mempertanyakan penilaian yang diberikan Transfermarkt terhadap para pemain Vietnam. Menurutnya, nilai pasar yang tercantum belum menggambarkan kualitas sebenarnya dari rekan-rekannya di Timnas Vietnam.

Perdebatan mengenai market value kedua tim mencuat setelah Indonesia dan Vietnam sama-sama menjadi sorotan pada ajang Piala AFF 2026.

Indonesia Jadi Tim dengan Nilai Pasar Tertinggi

Berdasarkan data Transfermarkt, Timnas Indonesia memiliki total nilai pasar mencapai 9,43 juta euro atau sekitar Rp195,16 miliar.

Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan seluruh peserta Piala AFF 2026.

Sementara itu, Timnas Vietnam berada di bawah Indonesia dengan total market value sebesar 6,63 juta euro atau setara Rp137,21 miliar.

Meski fase grup telah berakhir, perbandingan nilai pasar kedua tim masih menjadi topik hangat yang ramai dibahas di media sosial.

Rafaelson Minta Transfermarkt Koreksi Data

Respons menarik datang dari Rafaelson setelah akun Instagram @seasiagoal mengunggah informasi mengenai nilai pasar tim-tim peserta Piala AFF 2026.

Striker Vietnam tersebut secara terbuka menyampaikan keberatannya melalui kolom komentar.

"Hallo, Transfermarkt. Saya rasa Anda perlu mengoreksi market value tersebut. Itu tidak benar. Tolong lihatlah nilai dari rekan-rekan saya," tulis Rafaelson.

Komentar itu langsung menarik perhatian penggemar sepak bola Asia Tenggara karena datang dari pemain dengan nilai pasar tertinggi di skuad Vietnam.

Pernyataan Rafaelson juga muncul tidak lama setelah Vietnam sukses mengalahkan Indonesia dengan skor 3-0 pada pertandingan Grup A Piala AFF 2026 yang berlangsung pada 3 Agustus 2026.

Naturalisasi Dongkrak Nilai Pasar Timnas Indonesia

Tingginya market value Timnas Indonesia tidak lepas dari komposisi pemain yang dimiliki skuad asuhan John Herdman.

Dalam daftar pemain yang dipanggil ke Piala AFF 2026, terdapat sedikitnya 12 pemain naturalisasi yang berkontribusi besar terhadap total nilai pasar Garuda.

Nama yang memiliki nilai pasar tertinggi sebenarnya adalah Justin Hubner, bek keturunan Indonesia-Belanda yang saat ini berstatus pemain Fortuna Sittard.

Namun Hubner tidak tampil di Piala AFF 2026 karena tidak mendapatkan izin dari klubnya.

Thom Haye hingga Sandy Walsh Masuk Daftar Teratas

Selain Justin Hubner, sejumlah pemain lain juga menjadi penyumbang besar nilai pasar Timnas Indonesia.

Beberapa di antaranya adalah:

  • Thom Haye dengan nilai pasar sekitar Rp15,64 miliar.
  • Rizky Ridho dengan nilai pasar sekitar Rp11,3 miliar.
  • Sandy Walsh dengan nilai pasar sekitar Rp10,4 miliar.

Kehadiran pemain-pemain tersebut membuat Timnas Indonesia memiliki total nilai pasar yang melampaui negara-negara lain di Asia Tenggara.

Rafaelson Jadi Pemain Termahal Vietnam

Di kubu Vietnam, Rafaelson masih menjadi pemain dengan nilai pasar tertinggi.

Penyerang yang kini menggunakan nama Vietnam Nguyen Xuan Son itu memiliki nilai pasar sebesar 550 ribu euro atau sekitar Rp11,38 miliar.

Di bawahnya terdapat kapten Timnas Vietnam Nguyen Quang Hai dengan nilai pasar 400 ribu euro atau sekitar Rp8,27 miliar.

Sementara Tien Anh Truong menempati posisi berikutnya dengan nilai pasar 275 ribu euro atau sekitar Rp5,6 miliar.

Meski menjadi pemain termahal Vietnam, Rafaelson tetap menilai harga pasar yang diberikan kepada rekan-rekan setimnya belum mencerminkan kemampuan mereka secara menyeluruh.

Nilai Pasar Tak Selalu Menentukan Hasil

Perbandingan market value Indonesia dan Vietnam menjadi salah satu cerita menarik di Piala AFF 2026.

Namun hasil di lapangan menunjukkan bahwa nilai pasar bukan satu-satunya faktor yang menentukan kekuatan tim.

Vietnam berhasil membuktikan kualitasnya dengan menaklukkan Indonesia 3-0 pada fase grup meski memiliki total nilai pasar lebih rendah.

Karena itu, perdebatan mengenai market value terus menjadi bahan diskusi di kalangan suporter kedua negara. Di satu sisi, Indonesia unggul secara nilai pasar, tetapi Vietnam mampu menunjukkan efektivitas dan performa yang lebih baik ketika kedua tim bertemu di lapangan.

Persaingan antara Timnas Indonesia dan Vietnam pun diperkirakan masih akan menjadi salah satu rivalitas paling menarik di sepak bola Asia Tenggara dalam beberapa tahun ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|