Oversharing di media sosial (medsos) (Ilustrasi). Pengguna medsos disarankan berpikir matang sebelum membagikan sesuatu, terutama jika menyangkut hal-hal yang bersifat sangat pribadi atau sensitif seperti agama, suku, adat istiadat, maupun pandangan yang berpotensi memicu perdebatan.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Oversharing atau kebiasaan berbagi informasi pribadi secara berlebihan di media sosial dinilai bisa berdampak buruk bagi diri sendiri maupun orang lain. Hal ini tergambar dari kasus Dwi Sasetyaningtyas yang unggahannya mengenai status kewarganegaraan sang anak, memicu kritik dari publik dan menyebabkan sang suami harus mengembalikan dana LPDP.
Apa penyebab seseorang kerap oversharing? Guru Besar Psikologi dari Universitas Indonesia, Prof Rose Mini Agoes Salim, mengatakan secara psikologis manusia memiliki kebutuhan untuk menyalurkan emosi atau unek-unek yang dikenal sebagai katarsis. Ketika seseorang tidak memiliki ruang yang aman untuk bercerita, media sosial kerap dijadikan pelampiasan.
"Manusia itu membutuhkan kemampuan untuk mengeluarkan unek-uneknya. Dalam psikologi disebut katarsis. Saat tidak punya tempat untuk bercerita, media sosial menjadi wadah untuk mengungkapkan kegundahan dan pengalaman pribadi," kata Prof Rose saat dihubungi Republika, Rabu (25/2/2026).
Namun Prof Rose mengingatkan setiap informasi yang diungkapkan ke publik pasti menimbulkan pro dan kontra. Akan ada pihak yang setuju, namun tidak sedikit pula yang memiliki persepsi berbeda atau bahkan merasa tidak menyukai unggahan tersebut.
Karena itu, ia menyarankan agar pengguna media sosial berpikir matang sebelum membagikan sesuatu, terutama jika menyangkut hal-hal yang bersifat sangat pribadi atau sensitif seperti agama, suku, adat istiadat, maupun pandangan yang berpotensi memicu perdebatan. "Kan ada istilahnya saring sebelum sharing. Apalagi kalau sudah menyangkut isu sensitif, perlu dipikirkan dampaknya. Apakah ini akan melukai orang Iain atau berdampak lebih luas," kata dia.
Untuk menghindari oversharing, Prof Rose menyarankan agar setiap pengguna media sosial mengkaji terlebih dahulu apa yang ingin disampaikan. Misalnya dengan membuat skrip atau poin-poin sebelum berbicara di ruang publik bisa membantu mengontrol diri.
sumber : Antara

4 hours ago
1











































