Solar RI Lebih Murah dari Thailand dan Singapura Usai Harga BBM Turun

10 hours ago 2

Jumali

Jumali Kamis, 02 Juli 2026 15:37 WIB

Solar RI Lebih Murah dari Thailand dan Singapura Usai Harga BBM Turun

Nozzle BBM - Foto dibuat oleh AI/StockCake


Harianjogja.com, JOGJA— Penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang diberlakukan PT Pertamina mulai 1 Juli 2026 membawa angin segar bagi pengguna kendaraan diesel di Indonesia. Harga Dexlite dan Pertamina Dex turun cukup signifikan, sehingga membuat biaya operasional kendaraan menjadi lebih ringan.

Berdasarkan penyesuaian terbaru, Dexlite kini dijual Rp19.700 per liter dari sebelumnya Rp23.000 per liter. Sementara Pertamina Dex turun dari Rp24.800 menjadi Rp21.150 per liter. Produk bensin beroktan tinggi Pertamax Turbo juga mengalami penurunan harga menjadi Rp19.300 per liter.

Penurunan ini terjadi di tengah fluktuasi harga minyak global dan menjadi salah satu faktor yang membuat harga BBM Indonesia tetap kompetitif dibanding sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara.

Indonesia di Posisi Menengah

Dengan harga Dexlite Rp19.700 per liter dan Pertamina Dex Rp21.150 per liter, Indonesia menempati posisi menengah dalam peta harga solar ASEAN.

Harga tersebut memang sedikit lebih tinggi dibandingkan solar non-subsidi di Malaysia. Namun, Indonesia masih lebih murah dibanding Thailand dan jauh di bawah harga diesel yang berlaku di Singapura.

Kondisi ini memberikan keuntungan tersendiri bagi pengguna kendaraan diesel, terutama sektor logistik dan transportasi yang sangat bergantung pada biaya bahan bakar.

Malaysia Masih Jadi yang Termurah

Malaysia tetap menjadi salah satu negara dengan harga solar paling rendah di kawasan berkat kebijakan subsidi energi yang diterapkan pemerintah.

Di Semenanjung Malaysia, seperti dilansir dari laman MyMesra, diesel non-subsidi B10/B20 dijual sekitar 4,07 ringgit atau setara Rp17.920 per liter. Sedangkan varian Diesel B7 berada di kisaran Rp18.801 per liter.

Bagi warga negara Malaysia yang berhak menerima subsidi, harga solar bahkan hanya sekitar Rp9.467 per liter melalui sistem verifikasi identitas nasional.

Harga yang lebih rendah tersebut membuat Malaysia masih unggul dari Indonesia dalam hal biaya bahan bakar diesel.

Thailand Sedikit Lebih Mahal

Berbeda dengan Malaysia, harga solar di Thailand berada di atas Indonesia. Berdasarkan laman Motorist Thailand, BBM diesel B7 yang menjadi produk utama di Negeri Gajah Putih dipasarkan sekitar 37,50 baht atau setara Rp20.250 per liter.

Untuk jenis diesel premium, harga bahkan mencapai kisaran Rp26.600 hingga Rp27.000 per liter.

Artinya, pengguna Dexlite di Indonesia masih menikmati harga yang sedikit lebih murah dibanding konsumen diesel reguler di Thailand.

Singapura Jauh Lebih Mahal

Perbedaan paling mencolok terlihat jika dibandingkan dengan Singapura.

Dilansir dari laman PetrolPrice, begara kota tersebut mencatat harga solar tertinggi di Asia Tenggara. Harga diesel di berbagai jaringan SPBU berkisar antara S$3,45 hingga S$4,12 per liter atau setara Rp47.900 hingga Rp57.200 per liter.

Dengan harga tersebut, diesel di Singapura bisa mencapai dua hingga hampir tiga kali lipat lebih mahal dibanding Pertamina Dex maupun Dexlite.

Kondisi ini dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kebijakan pajak energi, biaya operasional yang tinggi, hingga tidak adanya subsidi bahan bakar seperti di sejumlah negara lain.

Dampak bagi Konsumen

Turunnya harga Dexlite dan Pertamina Dex menjadi kabar positif bagi pemilik kendaraan diesel pribadi maupun pelaku usaha yang mengandalkan armada transportasi.

Meski masih sedikit lebih mahal dibanding solar non-subsidi Malaysia, posisi harga Indonesia tetap kompetitif di kawasan. Terlebih jika dibandingkan dengan Thailand dan Singapura yang menerapkan harga lebih tinggi.

Penyesuaian harga ini juga diharapkan dapat membantu menekan biaya distribusi barang dan logistik yang selama ini menjadi salah satu komponen penting dalam aktivitas ekonomi nasional.

Masyarakat perlu memperhatikan bahwa harga BBM dapat berbeda di setiap wilayah karena mempertimbangkan biaya distribusi dan kebijakan regional. Oleh karena itu, konsumen disarankan mengecek informasi harga terbaru melalui kanal resmi Pertamina atau SPBU setempat sebelum melakukan pengisian bahan bakar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|