Foto ilustrasi rudal atau peluru kendali. / Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Serangan udara Israel menghantam sebuah hotel di kawasan Raouche, pusat kota Beirut, Lebanon, Minggu (8/3/2026) dini hari. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya empat orang dan disebut menargetkan komandan Pasukan Quds milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Hotel yang terkena serangan diketahui menampung ratusan pengungsi dari wilayah Lebanon selatan serta kawasan pinggiran Beirut yang sebelumnya terdampak pertempuran berkepanjangan. Kawasan Raouche sendiri sebelumnya relatif aman selama masa gencatan senjata, namun kini ikut terseret dalam eskalasi konflik.
Target Komandan Pasukan Quds
Militer Israel menyatakan operasi tersebut dilakukan untuk menargetkan komandan penting dari Pasukan Quds, unit elite yang berada di bawah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Menurut pernyataan pihak militer Israel, para komandan tersebut diduga terlibat dalam perencanaan serangan terhadap wilayah serta warga sipil Israel. Meski demikian, hingga kini Israel belum mengungkap identitas pejabat militer Iran yang menjadi target operasi tersebut.
Seusai serangan terjadi, kepanikan langsung melanda penghuni hotel dan warga di sekitar lokasi. Banyak di antara mereka kembali mengungsi untuk menghindari kemungkinan serangan lanjutan.
Lebanon Terjebak Konflik Regional
Ketegangan di kawasan ini semakin meningkat setelah kelompok Hizbullah melancarkan serangan balasan pada 2 Maret. Aksi tersebut terjadi setelah tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam operasi gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari.
Situasi tersebut membuat Lebanon semakin terseret dalam konflik regional yang terus meluas.
Data Kementerian Kesehatan Lebanon menunjukkan dampak konflik yang kian mengkhawatirkan. Dalam sepekan terakhir, total korban jiwa dilaporkan mencapai 394 orang.
Korban tersebut mencakup berbagai kelompok masyarakat, termasuk 83 anak-anak, 42 perempuan, serta sembilan petugas penyelamat.
Selain serangan udara, militer Israel juga dilaporkan mengerahkan pasukan darat di sejumlah area perbatasan Lebanon.
Krisis Kemanusiaan Memburuk
Serangan di kawasan Raouche menjadi insiden kedua yang menyasar hotel di Beirut dalam sepekan terakhir. Sebelumnya, serangan serupa terjadi di kawasan Hazmieh pada Rabu (4/3/2026).
Di sisi lain, Hizbullah terus melancarkan serangan roket ke wilayah perbatasan Israel. Sementara itu, militer Israel juga mengeluarkan perintah evakuasi bagi warga di empat desa di wilayah selatan Lebanon.
Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, menyatakan kekhawatiran mendalam terhadap dampak kemanusiaan yang ditimbulkan akibat konflik tersebut.
"Negara kami telah terseret ke dalam perang yang menghancurkan dan ini bukanlah sesuatu yang diinginkan oleh Lebanon," tegas Nawaf Salam.
Seiring meningkatnya ketegangan dan bertambahnya korban jiwa, situasi keamanan di Beirut kini berada dalam kondisi yang sangat tidak menentu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

















































