Sebanyak 220 Kapal Lintasi Selat Hormuz pada Maret

5 hours ago 1

Kapal-kapal kargo terlihat di Teluk Persia dekat Pulau Qeshm di provinsi Hormozgan, Iran, 23 Desember 2011 (diterbitkan ulang 20 Maret 2026). 70% pengiriman maritim di Selat Hormuz telah menurun sejak ketegangan di kawasan Teluk Persia meningkat pada 28 Februari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Sebanyak 220 kapal melintasi Selat Hormuz yang dikuasai Iran pada Maret, dengan kapal tanker pengangkut cairan menyumbang lebih dari setengah dari total penyeberangan, menurut data yang dibagikan oleh MarineTraffic dan Kpler, Jumat (3/4/2026).

MarineTraffic mengatakan di akun X bahwa 111 penyeberangan, atau 51 persen dari total bulanan, dilakukan oleh kapal tanker pengangkut cairan, diikuti oleh 82 kapal kargo curah kering, atau 37 persen, dan 27 kapal pengangkut LPG, atau 12 persen.

Tidak ada penyeberangan kapal yang memuat LNG yang tercatat selama bulan tersebut, menurut data itu.

Lalu lintas melalui jalur air strategis tersebut tetap sangat condong ke arah pergerakan barat-timur dari Teluk, yang berjumlah 149 penyeberangan, atau 68 persen dari volume bulanan.

Transit timur-barat ke Teluk berjumlah 71, atau 32 persen, menunjukkan arus lalu lintas yang tidak merata melalui salah satu titik strategis maritim paling penting di dunia.

Angka-angka tersebut muncul di tengah meningkatnya pengawasan terhadap aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, di mana pergerakan kapal tetap jauh di bawah tingkat normal sejak dimulainya konflik yang melibatkan Iran pada 28 Februari.

Teheran telah mempertahankan kendali efektif atas selat tersebut, jalur air penting untuk pasokan energi ke negara-negara Asia, dengan mengizinkan kapal-kapal dari negara-negara yang disebut Iran sebagai "negara-negara sahabat."

Laporan terbaru menunjukkan bahwa lalu lintas telah mulai pulih secara bertahap, meskipun volume transit masih jauh di bawah tingkat sebelum perang.

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|